Pasar Pagi, Denyut Nirwana di Karang Bahagia

Riang Fajar di Suka Raya

Karang Bahagia, Bekasi, Jingga News, 26 Oktober 2025 — pagi menebar harumnya niaga.

Pasar Pagi Puri Nirwana terjaga dalam riuh yang hangat dan teratur.

Hanya buka tiap Ahad, namun semangatnya seperti matahari: selalu dinanti.

Deretan lapak menyala warna—sayur segar, pakaian bersusun, kuliner berpadu rasa.

Sejak pukul enam, pedagang menyiapkan rezeki, pembeli menyiapkan senyum.

Aroma lontong sayur, serabi, dan gorengan berbaur dengan tawa anak-anak.

Di setiap uap wajan, ada kisah ketekunan yang tak lekang oleh waktu.

Denyut Pasar: Ekonomi dan Keakraban

Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli, tapi ruang jiwa yang berpadu harmoni.
Ibu Sari, pengunjung setia, menuturkan hangatnya rutinitas penuh makna.

Setiap minggu saya datang. Sarapan di sini itu bahagia kecil yang nyata,” katanya.

Antara suara tawar-menawar dan aroma sarapan, lahir rasa kebersamaan.

Tidak ada yang tergesa; semua berjalan dalam ritme gotong royong.

Di bawah tenda sederhana, tersimpan filosofi lama: rezeki tumbuh karena pertemuan.

Dari tangan ke tangan, dari sapa ke sapa—hidup pun kembali berdenyut.

Nirwana dalam Kesederhanaan

Pasar Pagi Puri Nirwana tumbuh sebagai denyut ekonomi warga Suka Raya.

Setiap transaksi menyemai harapan, menumbuhkan kekuatan lokal yang berdaya.

Pasar menjadi poros sederhana tempat roda ekonomi berputar dengan lembut.

Di sana, modal bukan sekadar uang, tapi kepercayaan dan kebersamaan.

Anak muda belajar berjualan, orang tua menanamkan nilai kejujuran.

Mereka membangun ekonomi dari bawah, dengan tangan bersahaja dan hati terbuka.

Kini, setiap Ahad pagi, Desa Suka Raya seakan berdenyut serentak.

Pasar menjadi ruang hidup di mana tawa menggantikan kesunyian rumah.

Di antara serabi dan sayuran, terkandung filosofi sederhana: bahwa kesejahteraan bukan tentang jumlah, tapi rasa yang dibagi.

Ketika aroma gorengan menyapa angin, harapan pun ikut berjualan.

Dan di tengah pasar yang ramai itu—terlihat satu kebenaran halus: bahwa kebahagiaan sering bersembunyi di antara hiruk yang penuh cinta.

Muzfikri Ujank
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *