Pertalite Bermasalah? Jangan Diam, Pertamina!
JinggaNews.com, Bekasi, 30 Oktober 2025 — Di jalanan yang panas dan berdebu, setiap tetes Pertalite menjadi saksi perjuangan rakyat.
Motor yang menembus hujan dan terik bukan sekadar kendaraan, melainkan roda kehidupan keluarga yang terus berputar.
Kualitas bahan bakar mencerminkan janji pemerintah menjaga kepercayaan dan keadilan rakyat kecil.
Karena itu, posko pengaduan dan pengawasan lapangan hadir agar suara rakyat benar-benar terdengar, bukan hilang di media sosial.
Inilah pertemuan antara kualitas, distribusi, dan kepercayaan publik yang menyalakan energi bangsa.
Menteri Tegaskan Keadilan untuk Rakyat
Bahlil Lahadalia menegaskan keadilan harus berpihak kepada rakyat kecil.
Ia meminta Pertamina bertanggung jawab penuh jika BBM terbukti merugikan masyarakat.
Nada suaranya tegas, namun sarat empati bagi pengendara yang berjuang menembus panas dan hujan.
Selain itu, ia menilai kehati-hatian dalam kebijakan adalah bentuk cinta terhadap keadilan.
Dengan demikian, pernyataannya membuka ruang dialog nyata antara pemerintah dan rakyat, menegaskan bahwa kebijakan adalah janji moral, bukan sekadar prosedur.
Inspeksi Langsung di SPBU Malang
Di SPBU Malang, Bahlil bersama Dirut Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo, meninjau langsung cairan bening bernama Pertalite.
Suara pompa dan aroma bensin mengiringi langkah mereka memeriksa standar BBM nasional.
Pemerintah menegaskan bahwa kualitas bahan bakar tidak boleh turun, bahkan sedikit pun.
Setiap liter Pertalite diuji dengan teliti demi menjaga kepercayaan publik.
Akhirnya, langkah itu menunjukkan komitmen pemerintah untuk melindungi rakyat dan menjaga energi bangsa.
Posko Pengaduan: Suara Rakyat Didengar
Bahlil memerintahkan Pertamina segera mendirikan posko pengaduan di seluruh Indonesia.
Ia ingin setiap keluhan rakyat mendapat tanggapan cepat, bukan sekadar bergema di dunia maya.
Selain itu, ia berkomitmen untuk memantau laporan secara langsung di lapangan.
Langkah ini memperkuat kepercayaan publik terhadap kualitas Pertalite dan memperlihatkan keseriusan pemerintah.
Dengan demikian, rakyat merasa memiliki saluran suara yang benar-benar didengar dan dihargai.
Pengujian Lapangan oleh Kementerian ESDM
Tim Kementerian ESDM turun ke Gresik dan Surabaya untuk menguji kualitas Pertalite secara langsung.
Hasil awal menunjukkan BBM tetap memenuhi standar nasional tanpa campuran air atau zat ilegal.
Namun, pengujian tersebut baru langkah awal menuju kebenaran yang lebih luas.
Karena itu, pemerintah terus memantau distribusi dan menjaga kualitas setiap liter BBM di lapangan.
Langkah ini mempertegas tanggung jawab moral negara untuk memastikan bahan bakar rakyat tetap layak dan aman.
Tanggung Jawab Lebih dari Mesin
Bahlil Lahadalia menegaskan negara tidak boleh tuli terhadap keluhan rakyat.
Pemerintah, katanya, tidak hanya memperbaiki mesin, tetapi juga memulihkan kepercayaan.
Setiap liter Pertalite mencerminkan doa dan harapan para pengendara di seluruh negeri.
Ketika motor mereka tetap melaju, kehidupan rakyat pun terus bergerak maju.
Filosofi Jingga mengingatkan bahwa menjaga BBM berarti menjaga asa, menyalakan harapan yang mungkin tak terlihat, namun nyata di hati rakyat.
Kepercayaan: Bahan Bakar Sejati Bangsa
Di balik setiap tetes Pertalite tersimpan kepercayaan rakyat yang tak ternilai.
BBM bukan sekadar bahan bakar, melainkan simbol doa, perjuangan, dan keteguhan hidup masyarakat.
Saat motor tidak berhenti di tengah jalan, harapan pun ikut bergerak bersama roda kehidupan.
Karena itu, menjaga kepercayaan berarti menjaga api bangsa agar terus menyala.
Filosofi Jingga mengajarkan bahwa setiap kebijakan dan setiap tetes bahan bakar harus memulihkan hati rakyat — bukan hanya mesin, tetapi semangat dan harapan yang menghidupkan bangsa.

