Anies Baswedan di Kampus Bung Hatta: Menyemai Nalar, Meneguhkan Etika Bangsa

Padang — jingganews.com, 31 Oktober 2025 — Anies Baswedan hadir di Kampus Bung Hatta membawa pesan tentang etika bangsa dan pentingnya nalar Bung Hatta.

Dalam kuliah umum Anies Baswedan itu, semangat rasionalitas dan kejujuran tumbuh seiring cahaya ilmu di bumi Minangkabau.

Merawat Nalar Bung Hatta: Fondasi Etika untuk Indonesia Beradab

Di bawah langit teduh Padang, Kampus Bung Hatta memantulkan cahaya pengetahuan.

Sosok Anies Baswedan hadir membawa semangat dialog kebangsaan.

Di Bairung Caraka, ratusan mahasiswa menyambutnya dengan tatapan penuh harap.

Mereka datang bukan sekadar mendengar, melainkan meresapi nilai-nilai etika dan nalar bangsa.

Dengan suara tenang dan tutur berisi, Anies Baswedan membuka kuliah umum bertema “Merawat Nalar Bung Hatta: Meneguhkan Etika, Rasionalitas, Berbasis Ide dan Gagasan.”

Setiap kalimatnya mengalir seperti air jernih dari sumber kebijaksanaan.

Ia menekankan bahwa bangsa besar berdiri di atas ide, bukan sekadar kekuasaan.

Etika bukan hiasan dalam ucapan, tetapi fondasi setiap tindakan,” ujarnya tegas.
Tepuk tangan bergema, menandai kesadaran yang tumbuh di ruang kuliah itu.

Dialog Akademik yang Menyentuh Nurani

Kehadiran Anies Baswedan di Kampus Bung Hatta bukan sekadar agenda akademik.

Lebih dari itu, ia menyalakan obor tradisi berpikir kritis dan santun.

Forum tersebut menghadirkan pula dr. Herik Okta Johanta, S.Ked., M.K.K., yang menyoroti pentingnya menjaga kesehatan moral dan intelektual generasi muda.

Stay healthy in mind and action,” katanya, menegaskan keseimbangan antara akal dan nurani.

Kata-katanya menjadi pengingat bahwa tubuh dan pikiran harus berjalan seirama demi bangsa yang sehat.

Pesan itu berpadu dengan semangat mahasiswa yang haus makna dan arah.

Mereka menyimak dengan saksama, seolah meneguk air jernih dari sumur warisan intelektual bangsa.

Semangat Intelektual Muda Minangkabau

Di tengah riuh lembut tepuk tangan, suasana Kampus Bung Hatta Padang berubah menjadi ruang refleksi.

Mahasiswa larut dalam permenungan tentang kejujuran dan kesederhanaan ala Bung Hatta.

Pantauan tim jingganews.com, setiap kalimat yang meluncur dari Anies Baswedan seolah menyalakan bara semangat muda Minangkabau.

Di tanah yang kaya budaya dan nalar ini, etika kembali menemukan rumahnya.

Menyalakan Cahaya di Tengah Gelap

Menjelang sore, Anies Baswedan menutup kuliah umum dengan pesan penuh makna.

Bangsa ini tidak akan maju bila kehilangan nalar dan kejujuran. Rawatlah keduanya seperti merawat cahaya di tengah gelap,” ujarnya lembut.

Kata-kata itu menggema di ruang hati para mahasiswa yang hadir.

Dan sore itu, cahaya di Kampus Bung Hatta tampak menyala lebih terang dari sebelumnya.

Cahaya yang Tak Padam

Dan di senja Padang yang berbalut cahaya jingga, kata-kata Anies Baswedan bergaung seperti doa yang menumbuhkan harapan.

Di Kampus Bung Hatta, nalar dan etika berpadu menjadi nyala abadi — api kecil yang menjaga arah bangsa agar tetap waras, jujur, dan beradab.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *