Miris, Rumah Janda Anak 3 Tidak Layak Huni, Aksi Nyata DPC Tambelang Gerakan Rakyat Bedah Rumah
Bekasi, (10/11/2026), JinggaNews.com — Ketika sebagian orang sibuk memperdebatkan janji-janji politik dan pencitraan di ruang publik, di sebuah sudut kecil Tambelang, Kabupaten Bekasi, sebuah aksi nyata justru berbicara lebih keras daripada kata-kata.
Ahad, 9 November 2025, Gerakan Rakyat DPC Tambelang turun tangan membedah rumah seorang janda dengan tiga anak balita — rumah yang selama ini hanya beralaskan tikar dan banner.
Sebuah potret getir di tengah gencarnya wacana kesejahteraan rakyat.
Ketika Janji Kesejahteraan Tak Menyentuh Tanah Rakyat
Di RT 09 RW 01, Desa Sukarapi, ketimpangan sosial tak perlu dicari jauh-jauh. Ia tampak nyata di hadapan mata — dinding rapuh, atap bocor, dan lantai tanah yang menjadi saksi hidup betapa banyak warga masih hidup di bawah garis layak huni.
Namun di tempat yang sama pula, muncul segelintir orang yang menolak diam.
Mereka bukan pejabat, bukan pengusaha besar, melainkan rakyat yang bergerak untuk rakyat.
Rakyat Bergerak, Bukan Menunggu Janji
Dipimpin oleh Abdul Rahman, atau yang dikenal dengan sapaan Bang Sulam, para anggota DPC Tambelang bersama warga sekitar bahu-membahu memperbaiki rumah milik Ibu Suryana.
Bukan proyek besar, bukan agenda seremonial — hanya kerja tulus dari nurani yang tergugah.
“Kami Tak Bisa Diam” — Suara dari Lapangan
Dalam wawancara dengan reporter JinggaNews.com, Bang Sulam berbicara dengan nada lirih namun tegas.
“Panggilan hati ini yang membuat kami tergerak untuk sedikit membantu warga yang kurang mampu agar bisa menempati rumah yang layak,” ujarnya.
“Selama ini mereka hanya beralaskan tikar dan banner. Kami tak bisa berpangku tangan melihat kondisi seperti itu.”
Pernyataan itu bukan sekadar simpati. Ia adalah bentuk kritik senyap terhadap sistem sosial yang sering abai pada akar persoalan rakyat kecil: kemiskinan struktural dan ketidakmerataan perhatian dari para pemegang kebijakan.
Gerakan Rakyat Sejati: Bukan Panggung Pencitraan
Aksi di Tambelang ini mendapat sorotan langsung dari Ketua DPD Gerakan Rakyat Kabupaten Bekasi, Mazhar.
Ia menyampaikan apresiasi sekaligus pesan reflektif bagi semua pihak.
“Saya sangat mengapresiasi kerja nyata rekan-rekan DPC Tambelang atas kepedulian mereka yang begitu responsif melihat ketimpangan sosial di masyarakat sekitar.
Inilah inti dari fungsi Gerakan Rakyat — mampu mengambil bagian dalam aksi nyata untuk ikut menyejahterakan masyarakat lemah, dan dampaknya dapat langsung dirasakan oleh mereka yang membutuhkan.
Salut untuk teman-teman di Tambelang. Good job, kawan!” tegas Mazhar.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan bahwa pergerakan sosial sejati bukan tentang pencitraan, melainkan tentang kehadiran di tengah penderitaan rakyat.
Ketika Solidaritas Menjadi Kritik Sosial
Gerakan Rakyat Tambelang mengingatkan publik bahwa solidaritas tidak harus menunggu anggaran pemerintah turun, tidak perlu menunggu kamera meliput.
Mereka bekerja dengan tenaga dan waktu sendiri — tanpa sorotan, tanpa pamrih.
Justru di situlah letak kritiknya: di tengah riuh janji kesejahteraan, rakyat kecil kembali harus menolong sesama rakyat kecil.
Dari Tambelang, Suara Nurani Itu Bergema
Dari Tambelang, suara itu bergema pelan tapi tegas — sebuah pesan yang mengguncang nurani:
di negeri yang kaya sumber daya, masih banyak keluarga yang tidur di atas banner bekas.

