Proyek SDN 01 Sukaraya Bikin Heboh Warga dan DPRD: Fakta Mengejutkan yang Belum Terungkap
Jingga News, Bekasi (21/11)2025) — SDN 01 Sukaraya, sekolah dasar negeri yang terletak di Desa Sukaraya, Kecamatan Karangbahagia, Kabupaten Bekasi, kini menjadi sorotan publik karena program revitalisasi gedung sekolah.
Proyek ini dilaporkan oleh Wahanainfo dan Sambar.id sebagai bagian upaya pemerintah meningkatkan fasilitas pendidikan.
Nilai revitalisasi mencapai Rp 983 juta bersumber dari APBN tahun 2025, dikelola secara swakelola oleh Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan.
Anggaran tersebut diharapkan memberikan ruang belajar lebih layak dan aman bagi murid, sesuai aspirasi masyarakat.
Anggaran dan Skema Proyek
Papan proyek menampilkan rincian anggaran yang digunakan untuk renovasi struktur bangunan, lantai, atap, dan fasilitas dasar.
Wahanainfo melaporkan bahwa proyek ini direncanakan selesai dalam 55 hari kalender.
Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan bertanggung jawab mengawasi seluruh tahapan pekerjaan, sementara sekolah dan dinas terkait menyatakan keterlibatan mereka terbatas pada pengawasan administratif.
Tujuannya agar revitalisasi sekolah memberikan manfaat nyata bagi murid tanpa mengurangi kualitas pembelajaran.
Selain pembangunan fisik, perhatian masyarakat juga terfokus pada penggunaan dana publik.
Media Kabarnusa24 menyoroti bahwa meskipun jumlah anggaran cukup signifikan, transparansi dalam pengelolaan menjadi perhatian warga dan LSM Garda-Bekasi.
Mereka menekankan pentingnya pencatatan kontrak, spesifikasi teknis, dan jadwal pekerjaan agar setiap rupiah dari pembangunan sekolah negeri dapat dipertanggungjawabkan secara publik.
Aspirasi ini sejalan dengan prinsip pengelolaan anggaran pendidikan nasional yang akuntabel dan bermanfaat bagi anggaran sekolah daerah.
Reaksi Komunitas Sekolah dan Masyarakat
Orang tua murid dan tokoh masyarakat menyatakan dukungan terhadap revitalisasi, namun tetap menekankan agar pembangunan tidak hanya fokus pada fisik, melainkan juga memerhatikan aspek keamanan dan kenyamanan ruang belajar.
Mereka berharap proyek ini dapat menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, di mana murid merasa aman dan termotivasi untuk belajar.
Forum warga dan LSM Garda-Bekasi mengingatkan bahwa pengawasan publik tetap menjadi bagian penting dari proyek swakelola seperti ini.
Menurut laporan media Intip24news, pihak sekolah belum memberikan keterangan resmi terkait detail pekerjaan di lapangan, namun papan proyek yang terpasang menunjukkan progress fisik sudah mulai terlihat.
Hal ini menjadi pengingat bahwa transparansi dan partisipasi publik menjadi kunci keberhasilan revitalisasi fasilitas pendidikan.
Senja menyelimuti atap sekolah yang akan diperbarui, membawa harapan baru bagi murid dan guru bahwa ruang belajar yang layak dan aman dapat menjadi fondasi masa depan anak-anak.
→ Lanjut ke Halaman Dua untuk melihat aspirasi warga dan rencana pengawasan DPRD Kabupaten Bekasi.

