KPK Tegaskan Uang Rp 300 Miliar di Kasus Taspen Bukan Pinjaman Bank

Jingga News, Bekasi, (21/11/2025) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan bahwa uang Rp 300 miliar yang dipamerkan dalam konferensi pers kasus investasi fiktif PT Taspen bukanlah pinjaman dari bank, melainkan hasil rampasan korupsi.

Penjelasan KPK

Dalam konferensi pers di Gedung Merah Putih, Kamis (20/11/2025), Jaksa Eksekusi KPK Leo Sukoto Manalu menjelaskan bahwa uang tersebut merupakan bagian dari rampasan lebih dari Rp 883 miliar. Ia menegaskan, sebagaimana diberitakan Kompas.com, bahwa uang itu akan dikembalikan ke rekening penampung pada sore hari dengan pengamanan dari kepolisian.

Kerugian Negara Capai Rp 1 Triliun

Plt Deputi Penindakan dan Eksekusi KPK, Asep Guntur Rahayu, menambahkan bahwa kerugian negara dalam perkara ini mencapai Rp 1 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp 883 miliar berhasil dirampas dari terdakwa mantan Direktur PT Insight Investment Management, Ekiawan Heri Primaryanto. Pernyataan ini dikutip Detik.com yang menyoroti besarnya nilai kerugian negara.

Kasus Investasi Fiktif Taspen

KPK juga menjelaskan, menurut laporan BeritaSatu, bahwa tidak semua uang rampasan ditampilkan karena keterbatasan ruang dan alasan keamanan. Oleh sebab itu, hanya Rp 300 miliar dalam pecahan Rp 100 ribu yang disusun menjulang di panggung konferensi pers.

Rampasan Korupsi Rp 883 Miliar

Selain Ekiawan Heri Primaryanto, terdakwa lain adalah mantan Direktur Utama PT Taspen, Antonius NS Kosasih.

Kasus ini, sebagaimana ditulis Media Indonesia, menjadi salah satu perkara besar yang ditangani KPK sepanjang 2025 dan menunjukkan komitmen lembaga antirasuah ini dalam mengembalikan aset negara.

Dengan klarifikasi ini, KPK berharap publik tidak lagi terpengaruh oleh informasi keliru yang menyebut uang Rp 300 miliar tersebut sebagai pinjaman dari bank.

Fakta yang ben‎ar: uang itu adalah hasil rampasan korupsi yang akan dikembalikan ke kas negara.

Dan seperti tumpukan uang yang akhirnya kembali ke tempat semestinya, semoga kebenaran pun selalu menemukan jalannya—seperti cinta yang pada akhirnya pulang ke hati yang tepat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *