Banjir Rob Setinggi 1 Meter Rendam Satu RT di Ancol, Warga Kewalahan

Jingga news. Jakarta, (06/12/2025) —Banjir rob melanda RT 02 RW 08 Ancol, Pademangan—banjir pesisir, air pasang, rob, permukiman terendam, dan dampak sosial terlihat nyata; warga kewalahan menghadapi genangan setinggi satu meter.

Ringkasan Kejadian

Pada Sabtu (6/12/2025) sekitar pukul 09.30 WIB, air pasang laut naik drastis dan merendam permukiman padat di RT 02 RW 08, Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan. Ketinggian air mencapai sekitar 1 meter di titik terparah, melumpuhkan aktivitas warga dan menyebabkan kerusakan barang rumah tangga.

Detil Lapangan

Kenaikan Air dan Respons Warga

Kenaikan mulai terlihat sejak pagi, namun menjelang pukul 09.30 debit meningkat tajam hingga masuk ke gang dan ruang hunian. Warga berupaya memindahkan barang ke tempat tinggi; sebagian gagal menyelamatkan perabotan, dokumen, dan peralatan elektronik akibat laju air yang cepat.

Upaya Sederhana yang Dilakukan

Di Jalan Lodan IV, warga menggunakan karung pasir sebagai penghalang sementara. Beberapa keluarga menumpuk kursi dan meja agar anak-anak tetap berada di area kering. Perahu karet sederhana dipakai membantu lansia dan anak-anak melintasi jalan yang tidak lagi bisa dilalui.

Dampak Ekonomi dan Sosial

Aktivitas pedagang kecil terhenti: warung makan, kios sembako, dan PKL tidak dapat berjualan karena area tergenang 50–80 cm. Beberapa warga menahan diri tidak mengungsi karena kebiasaan genangan yang biasanya surut dalam hitungan jam, meski kali ini air bertahan lebih lama.

Riwayat dan Kekhawatiran Warga

Menurut warga setempat, banjir rob telah terjadi lebih dari sepuluh kali dalam beberapa bulan terakhir. Warga mempertanyakan efektivitas tanggul dan fasilitas pompa yang ada, serta meminta langkah penanganan yang lebih permanen agar siklus kerugian tidak berulang.

Respons Pemerintah dan Peringatan BMKG

Pemerintah Kelurahan Ancol bersama petugas Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) telah menurunkan personel untuk memantau dan membantu evakuasi barang penting. Pompa portable dipasang di beberapa titik, walau efektivitasnya terbatas karena sumber air berasal dari laut.

BMKG mengingatkan bahwa fase bulan purnama berpotensi meningkatkan tinggi permukaan laut; warga pesisir diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap pasang susulan.

Suara Warga

“Naiknya dari tadi pagi, sekitar jam setengah 10. Bulan ini sudah dua kali kejadian, tapi yang sekarang paling parah,” kata Eka, warga yang rumahnya terendam. Eka berharap ada tindakan nyata dari pemerintah untuk mencegah dampak yang berulang.

Kesimpulan dan Harapan

Hingga siang, genangan bertahan pada kisaran 70–100 cm. Warga berharap banjir segera surut agar pembersihan dan pemulihan dapat dimulai, namun mereka juga menuntut solusi jangka panjang—peningkatan tanggul, kapasitas pompa, dan sistem peringatan dini—agar pesisir Jakarta Utara tidak terus menerus menanggung beban yang sama.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *