Detik-Detik Mencekam: Mobil MBG Hantam Gerbang, Bablas Tabrak Siswa di SD Jakarta Utara
Jingga News.com – Jakarta. Suasana pagi yang semula berlangsung tenang di SDN Kalibaru 01 Pagi, Jakarta Utara, mendadak berubah menjadi kepanikan besar.
Sekitar pukul 07.38 WIB, sebuah mobil operasional pengantar menu Makan Bergizi Gratis (MBG) tiba-tiba melaju tak terkendali, menabrak gerbang sekolah, lalu terus melaju hingga menghantam para siswa yang sedang berada di lapangan.
Jeritan dan tangis anak-anak menggema, menyisakan duka dan kepanikan mendalam bagi guru, orang tua, hingga warga sekitar.
Awal Mula Insiden: Detik ketika gerbang roboh
Menurut pantauan sejumlah saksi, mobil tersebut—sebuah Daihatsu GranMax putih—tampak datang dari arah jalan utama menuju area sekolah. Alih-alih mengurangi kecepatan, kendaraan itu justru terus melaju saat mendekati pintu gerbang. Dalam hitungan detik, suara hantaman keras meledak di udara ketika mobil tersebut membentur pagar sekolah hingga roboh menghantam tanah.
“Mobilnya langsung hantam gerbang, terus belok sedikit, langsung bablas ke arah lapangan. Anak-anak pada lewat situ. Ada yang keseret masuk kolong mobil, ada yang terpental,” ujar Rahmat dengan nada masih terguncang.
Kepanikan tak terhindarkan
Saat mobil memasuki area lapangan, sejumlah siswa yang tengah bersiap melakukan kegiatan pagi tidak sempat menghindar. Jeritan dan tangis anak-anak pecah, disusul teriakan guru yang berusaha menyelamatkan para murid di tengah kekacauan yang tiba-tiba. Suasana mencekam itu menjelma jadi mimpi buruk yang nyata.
“Ada anak yang saya lihat posisinya sudah di bawah mobil. Ada yang berdarah di tempat, ditutup pakai terpal sama warga. Guru-guru panik banget, semua orang langsung lari bantu,” tambahnya.
Guru-guru dan warga sekitar berupaya mengevakuasi korban, sementara sebagian lainnya mencoba menenangkan siswa yang shock dan menangis histeris. Beberapa anak terlihat terpukul secara emosional, menyaksikan teman-temannya terluka parah di depan mata.
Dugaan penyebab masih diselidiki
Hingga saat ini, dugaan penyebab mobil hilang kendali masih terus diselidiki. Beberapa saksi menduga sopir mengalami masalah teknis seperti rem blong, tetapi aparat kepolisian belum memberikan keterangan resmi. Ketidakpastian ini menambah tebal selimut duka yang menyelimuti lingkungan sekolah.
Petugas Polsek Cilincing dan Unit Laka Lantas langsung datang ke lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP serta mengamankan sopir kendaraan. Mereka juga meminta keterangan dari saksi dan pihak sekolah untuk menggali lebih banyak fakta.
Sementara itu, mobil yang digunakan untuk mendistribusikan MBG tersebut telah diamankan sebagai barang bukti. Aparat tengah memastikan apakah kendaraan itu layak operasional dan apakah terjadi kelalaian teknis atau human error.
Evakuasi korban dan tindakan cepat pihak sekolah
Beberapa siswa yang mengalami luka serius segera dilarikan ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil patroli dan kendaraan warga. Guru-guru berupaya melakukan pertolongan pertama sebisanya sebelum petugas medis tiba, berpacu dengan waktu di tengah kepanikan.
Siswa lain yang mengalami luka ringan dirawat di ruang UKS sambil menunggu penanganan lebih lanjut. Pihak sekolah juga menghubungi para orang tua untuk segera menjemput anak masing-masing dan memberikan penjelasan mengenai situasi yang terjadi.
“Yang terpenting saat itu adalah menyelamatkan anak-anak. Suasananya kacau sekali, tapi semua bergerak cepat,” ungkap salah seorang guru yang enggan disebutkan namanya.
Warga berduka, pemerintah diminta evaluasi sistem MBG
Peristiwa ini langsung mengundang keprihatinan masyarakat, terutama para orang tua yang mulai mempertanyakan standar keamanan kendaraan pengantar program MBG. Banyak yang menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh terhadap sopir, kondisi kendaraan, serta prosedur distribusi makanan ke sekolah.
Warga berharap kejadian ini menjadi perhatian serius pemerintah daerah agar tragedi serupa tidak terulang. Mereka juga meminta adanya pendampingan psikologis bagi siswa yang mengalami trauma.
“Anak-anak ini masih kecil, lihat teman sendiri keseret mobil, itu pasti membekas,” ucap Rahmat.
Insiden memilukan ini menjadi pengingat betapa pentingnya standar keamanan pada seluruh sistem operasional di lingkungan pendidikan, terutama yang melibatkan kendaraan masuk ke area sekolah.
Satu kelengahan bisa berujung pada tragedi yang merenggut ketenangan banyak keluarga. Hingga berita ini diturunkan, aparat masih melakukan penyelidikan, sementara pihak sekolah dan orang tua berupaya memulihkan kondisi fisik dan mental para siswa.

