Saat Suara Pekerja Terhimpit Aturan

Seruan Ira Laila untuk barisan serikat yang lebih kuat

Jingga News, Bekasi, spsibekasi.org / jingganews.com — Di sebuah ruangan sederhana di Kantor DPC FSP KEP SPSI Kabupaten Bekasi, Senin (09/12/2025), obrolan tentang upah berubah menjadi dentuman tekad. Para pengurus serikat duduk rapat, wajah-wajah lelah namun penuh nyala keyakinan: bahwa perjuangan upah layak bukan sekadar angka—ia adalah urat nadi kehidupan keluarga pekerja.

Tekanan regulasi dan panggilan untuk bangkit

Di tengah regulasi yang semakin menekan ruang gerak, suara pekerja terasa makin lirih. Tapi justru di titik itu, panggilan untuk bangkit semakin kuat. Dari forum itu, Ira Laila berdiri menyuarakan hal yang sejak lama ingin diteriakkan para buruh: serikat harus kembali solid, kuat, dan menjadi benteng terakhir yang tidak bisa ditembus oleh ketidakadilan upah.

Jumlah anggota menentukan kekuatan kita di meja perundingan. Semakin besar keterwakilan, semakin besar peluang memperjuangkan upah layak,” tegasnya.

Serikat sebagai barisan nyata, bukan retorika

Kata-kata itu menembus kesunyian, mengingatkan ulang bahwa kekuatan serikat bukan retorika—melainkan barisan nyata yang berdiri bersama. Ira juga menegaskan bahwa perjuangan tidak lahir hanya dari rapat formal atau ruang sidang.

Aksi bukan perlawanan pada mekanisme formal. Aksi adalah penegasan bahwa pekerja membutuhkan upah yang realistis,” ujarnya mantap.

Ketimpangan UMK antarwilayah

Namun kenyataan di lapangan jauh dari adil. Ia menyoroti ketimpangan serikat antarwilayah yang membuat UMK seperti anak tangga tak seimbang: wilayah Priangan Timur seperti Kota Banjar, Ciamis, dan Pangandaran masih terseok dengan UMK rendah, sementara pusat industri seperti Bekasi, Karawang, dan Purwakarta berdiri lebih tinggi berkat kekuatan serikat yang solid dan berdaya tawar kuat.

Dampak regulasi pasca UU Cipta Kerja

Masalah tak berhenti di situ. Posisi serikat pekerja dalam pembahasan upah kerap timpang—bahkan saat unsur akademisi yang dianggap netral lebih memilih tunduk pada aturan formal pasca UU Cipta Kerja yang semakin membatasi ruang advokasi.

Aturan yang ada saat ini cenderung tidak pro pekerja. Bahkan kenaikan upah bisa lebih kecil dari inflasi. Padahal inflasi hanya penyesuaian nilai mata uang, bukan kenaikan riil bagi pekerja,” tegasnya.

Konflik sikap dan arah perjuangan serikat

Konflik sikap pun menjadi pemandangan rutin: pemerintah, pengusaha, dan akademisi berdiri di garis yang sama, sementara serikat pekerja bersikeras menuntut rekomendasi berbeda demi keberlangsungan hidup para buruh.

Serikat pekerja menentukan arah perjuangan. Hasil perjuangannya dirasakan semua, termasuk yang tidak berserikat,” ujar Ira.

Seruan penutup: martabat manusia dan barisan yang kuat

Menjelang akhir diskusi, suaranya mengeras sekaligus melembut, seperti menggabungkan kemarahan dan kasih dalam satu tarikan napas:

“Perjuangan upah layak adalah perjuangan martabat manusia. Berserikatlah. Karena hanya dengan barisan yang kuat, suara kecil seorang pekerja dapat berubah menjadi kekuatan besar yang menuntut keadilan.”

Di ruangan itu, kata-kata Ira menggantung lama—menjadi pengingat bahwa perjuangan pekerja bukan sekadar wacana, melainkan nyawa yang harus terus diperjuangkan.


# Saat Suara Pekerja Terhimpit Aturan
## Seruan Ira Laila untuk Barisan Serikat yang Lebih Kuat

### Tekad di Ruang Rapat
Di Kantor DPC FSP KEP SPSI Kabupaten Bekasi, Senin (09/12/2025), obrolan tentang upah berubah menjadi dentuman tekad…

### Serikat Harus Solid
“Jumlah anggota menentukan kekuatan kita di meja perundingan…” tegas Ira Laila.

### Ketimpangan UMK Antarwilayah
Wilayah Priangan Timur masih terseok dengan UMK rendah, sementara Bekasi dan Karawang lebih tinggi berkat serikat yang solid.

### Regulasi yang Membatasi
Pasca UU Cipta Kerja, ruang advokasi semakin sempit. Kenaikan upah bahkan bisa lebih kecil dari inflasi.

### Penutup
“Perjuangan upah layak adalah perjuangan martabat manusia. Berserikatlah…” seruan Ira menggantung lama di ruangan itu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *