Anies Baswedan dan Elektabilitas yang Bertahan: Membaca Arah Pilpres 2029 Sejak Dini
Jingga News, Bekasi – Peta awal Pilpres 2029 mulai terbentuk, meski garisnya belum permanen. Survei Media Survei Nasional (Median) memberi gambaran awal tentang siapa saja tokoh yang paling kuat berada dalam radar publik. Dan dari data itu, Anies Baswedan muncul sebagai figur kunci di luar lingkar kekuasaan.
Data Elektabilitas Capres 2029 (Survei Median)
Survei Median menempatkan 10 tokoh nasional teratas dengan elektabilitas sebagai berikut:
- Prabowo Subianto – 27,8%
- Anies Baswedan – 19,9%
- Dedi Mulyadi – 17,4%
- Purbaya Yudhi Sadewa – 4,0%
- Ganjar Pranowo – 3,3%
- Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) – 2,9%
- Gibran Rakabuming Raka – 2,4%
- Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) – 2,0%
- Mahfud MD – 1,6%
- Pramono Anung – 1,2%
Data ini penting sebagai pijakan awal, sebelum melangkah lebih jauh pada tafsir politiknya.
Posisi Anies: Kuat Tanpa Jabatan
Dengan 19,9 persen, Anies Baswedan berada di posisi kedua, tepat di bawah Prabowo. Yang menarik, Anies adalah satu dari sedikit tokoh di papan atas yang tidak sedang memegang jabatan strategis negara.
Dalam politik elektoral, kondisi ini bukan kelemahan, justru bisa menjadi modal daya tahan. Elektabilitas Anies tidak bergantung pada eksposur kekuasaan, melainkan pada memori publik dan narasi politik yang terus hidup sejak Pilpres 2024.
Jika dibandingkan, jarak Anies dengan Dedi Mulyadi (17,4 persen) memang tidak terlalu lebar. Namun Anies masih unggul signifikan dari tokoh-tokoh lain yang berada di bawah angka 5 persen.
Angka yang Berbicara Lebih dari Sekadar Peringkat
Perlu dicatat, setelah tiga besar, terjadi jurang elektabilitas. Dari Dedi Mulyadi ke Purbaya Yudhi Sadewa, selisihnya melonjak jauh. Ini menandakan bahwa kontestasi riil sejauh ini masih berkisar pada segelintir nama.
Dalam konteks ini, Anies berada dalam kelompok elit elektabilitas, bukan sekadar penggembira. Ia bukan figur yang “ikut disebut”, tetapi tokoh yang benar-benar dipertimbangkan oleh publik.
Media Sosial dan Politik Persepsi
Karena survei ini berbasis opini pengguna media sosial, maka ia membaca politik dari sisi yang sering luput dari survei konvensional: perbincangan, sentimen, dan resonansi gagasan.
Di ruang ini, Anies relatif konsisten. Ia hadir sebagai simbol alternatif, kritik kebijakan, dan narasi perubahan. Tidak selalu dominan, tetapi cukup kuat untuk bertahan.
Median sendiri menegaskan bahwa opini publik masih cair. Artinya, angka-angka ini bukan vonis, melainkan foto sesaat dari arus besar yang terus bergerak.
Menuju 2029: Konsistensi atau Konsolidasi?
Survei Median dilakukan pada 9–13 Januari 2026, melibatkan 1.000 responden pengguna aktif media sosial di 38 provinsi. Dengan rentang waktu menuju 2029 yang masih panjang, peta ini bisa berubah drastis.
Namun satu hal jelas: Anies Baswedan masih berada di jalur utama. Tantangannya bukan lagi menjaga relevansi, tetapi mengubah konsistensi elektabilitas menjadi konsolidasi politik nyata.
Dalam politik, yang bertahan sering kali lebih berbahaya daripada yang sekadar unggul sesaat.

