Kepedulian H. Zainuddin, Klinik Yakri Babelan Ringankan Beban Korban Banjir Lewat Pengobatan Gratis
Babelan — Kepedulian terhadap warga terdampak banjir kembali ditunjukkan oleh Klinik Yakri Babelan di bawah pimpinan H. Zainuddin. Melalui aksi sosial kemanusiaan, klinik tersebut menggelar pengobatan gratis bagi korban banjir di wilayah Pantai Hurip, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, pada hari ini mulai sekitar pukul 09.00 WIB.
Kegiatan ini menjadi bagian dari respons cepat terhadap kondisi kesehatan warga pascabanjir yang masih membutuhkan perhatian serius. Banjir yang melanda kawasan Pantai Hurip tidak hanya merusak permukiman warga, tetapi juga memicu berbagai persoalan kesehatan akibat genangan air, sanitasi yang terganggu, serta lingkungan yang belum sepenuhnya pulih.
Dalam kegiatan tersebut, Klinik Yakri Babelan menerjunkan sekitar 12 tenaga medis yang terdiri dari dokter dan perawat profesional. Tim medis ini memberikan pelayanan langsung kepada masyarakat berupa pemeriksaan kesehatan umum, konsultasi medis, serta pemberian obat-obatan dasar secara gratis kepada warga terdampak banjir.
H. Zainuddin, selaku pimpinan Klinik Yakri Babelan, mengatakan bahwa kegiatan pengobatan gratis ini merupakan bentuk tanggung jawab sosial sekaligus kepedulian kemanusiaan terhadap masyarakat yang tengah menghadapi dampak bencana.
“Banjir bukan hanya soal air yang masuk ke rumah warga, tetapi juga berdampak besar pada kesehatan. Kami dari Klinik Yakri Babelan merasa terpanggil untuk hadir langsung membantu masyarakat, terutama mereka yang kesulitan mengakses layanan kesehatan pascabanjir,” demikian pernyataan H. Zainuddin.
Menurutnya, pascabanjir biasanya muncul berbagai keluhan kesehatan yang kerap dianggap sepele, namun berpotensi berkembang menjadi penyakit serius jika tidak segera ditangani. Karena itu, kehadiran tenaga medis secara langsung di lokasi terdampak dinilai sangat penting.
“Kami ingin memastikan warga mendapatkan pemeriksaan sejak dini. Pencegahan itu jauh lebih baik, apalagi kondisi lingkungan setelah banjir masih rentan terhadap penyebaran penyakit,” tambahnya.
Sejak pagi hari, warga Pantai Hurip tampak antusias mendatangi lokasi pengobatan gratis. Puluhan warga, mulai dari anak-anak hingga lansia, memanfaatkan layanan tersebut untuk memeriksakan kondisi kesehatan mereka. Sejumlah keluhan yang paling banyak disampaikan antara lain gatal-gatal pada kulit, batuk dan pilek, demam, nyeri otot, hingga keluhan tekanan darah.
Salah seorang warga mengaku sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis dari Klinik Yakri Babelan. Menurutnya, setelah banjir, kondisi ekonomi warga ikut terdampak sehingga biaya berobat menjadi kendala tersendiri.
“Alhamdulillah ada pengobatan gratis. Setelah banjir, kami fokus membersihkan rumah dan belum sempat berobat. Kegiatan ini sangat membantu kami,” ujarnya.
Selain memberikan layanan medis, tim dari Klinik Yakri Babelan juga memberikan edukasi singkat kepada warga mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan pascabanjir. Warga diimbau untuk menggunakan air bersih, menjaga kebersihan diri, serta segera memeriksakan diri jika mengalami keluhan kesehatan yang tidak biasa.
H. Zainuddin menegaskan bahwa pendekatan pelayanan kesehatan tidak hanya berhenti pada pengobatan, tetapi juga harus dibarengi dengan edukasi agar masyarakat lebih siap menghadapi dampak kesehatan pascabanjir.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya sembuh, tetapi juga memahami bagaimana menjaga kesehatan setelah banjir. Edukasi ini penting agar penyakit tidak muncul kembali,” katanya.
Ia juga menyampaikan bahwa Klinik Yakri Babelan berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, khususnya di wilayah Babelan dan sekitarnya. Menurutnya, klinik tidak hanya hadir sebagai fasilitas kesehatan, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang memiliki tanggung jawab sosial.
“Selama kami masih dibutuhkan, Klinik Yakri Babelan akan selalu siap hadir membantu masyarakat. Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian kami, dan semoga bisa sedikit meringankan beban warga yang terdampak banjir,” ujar H. Zainuddin.
Kegiatan pengobatan gratis ini juga menjadi wujud sinergi antara tenaga medis dan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana. Dengan keterlibatan langsung dokter dan perawat, pelayanan kesehatan dapat diberikan secara cepat, tepat, dan profesional sesuai kebutuhan warga di lapangan.
Warga berharap kegiatan serupa dapat terus berlanjut, terutama selama kondisi lingkungan belum sepenuhnya pulih pascabanjir. Mereka juga berharap adanya perhatian berkelanjutan dari berbagai pihak untuk membantu pemulihan kesehatan dan kehidupan masyarakat.
Melalui aksi kemanusiaan ini, H. Zainuddin bersama Klinik Yakri Babelan kembali menegaskan komitmennya untuk hadir di tengah masyarakat, tidak hanya sebagai penyedia layanan kesehatan, tetapi juga sebagai mitra sosial yang siap membantu warga saat menghadapi situasi sulit akibat bencana.

