H. Zainuddin, MARS Pimpin Aksi Medis Klinik Yakri Babelan Pasca Banjir Hurip Jaya

Jingga News – Babelan  – Ancaman penyakit pasca banjir menjadi perhatian serius warga Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Setelah air banjir surut, berbagai keluhan kesehatan mulai bermunculan, mulai dari penyakit kulit hingga gangguan pernapasan. Menyikapi kondisi tersebut, H. Zainuddin, MARS bergerak cepat dengan memimpin langsung aksi medis dan pengobatan gratis Klinik Yakri Babelan yang digelar di halaman Masjid Jami Nurul Qomar, Kamis (5/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya penanganan dampak kesehatan pasca banjir yang kerap melanda wilayah Babelan. Dengan menurunkan tim medis berpengalaman, Klinik Yakri Babelan berfokus pada pencegahan penyakit lanjutan sekaligus membantu pemulihan kondisi fisik warga yang terdampak.

Respon Cepat Hadapi Risiko Penyakit Pasca Banjir

Sebagai praktisi kesehatan yang berpengalaman di bidang manajemen layanan medis, H. Zainuddin memahami bahwa fase setelah banjir merupakan masa paling krusial. Lingkungan yang masih lembap, genangan air sisa banjir, serta aktivitas warga membersihkan rumah berpotensi besar memicu penyakit menular.

“Banjir tidak hanya meninggalkan lumpur dan kerusakan fisik. Setelahnya justru muncul ancaman penyakit yang harus segera ditangani. Karena itu, pelayanan kesehatan harus hadir lebih awal agar warga tidak mengalami gangguan kesehatan berkepanjangan,” ujar H. Zainuddin, MARS di sela kegiatan.

Ia menegaskan bahwa aksi medis ini tidak hanya bersifat kuratif, tetapi juga preventif. Tim medis Klinik Yakri Babelan telah mempersiapkan obat-obatan yang disesuaikan dengan pola penyakit yang umum muncul pasca banjir di wilayah pesisir dan dataran rendah seperti Babelan.

Layanan Medis Terarah dan Menyentuh Kelompok Rentan

Di bawah koordinasi langsung H. Zainuddin, tim medis Klinik Yakri Babelan bekerja secara terstruktur. Setiap warga yang datang terlebih dahulu menjalani pemeriksaan awal sebelum mendapatkan penanganan dan obat sesuai keluhan.

Adapun layanan medis yang diberikan difokuskan pada beberapa penyakit utama pasca banjir, di antaranya pengobatan penyakit kulit seperti gatal-gatal dan iritasi akibat paparan air banjir, penanganan infeksi saluran pernapasan (ISPA), batuk, serta flu akibat perubahan cuaca ekstrem.

Selain itu, pemeriksaan terhadap lansia dan anak-anak menjadi perhatian khusus. Kedua kelompok ini dinilai paling rentan mengalami penurunan daya tahan tubuh setelah bencana. Tim medis juga memberikan edukasi singkat mengenai pentingnya menjaga kebersihan lingkungan dan air bersih guna mencegah penyakit berulang.

Antusiasme Warga dan Sinergi Lingkungan

Sejak pagi hari, warga tampak antusias mendatangi lokasi pengobatan gratis. Hingga siang hari, antrean masih terus bertambah. Hal ini menunjukkan tingginya kebutuhan layanan kesehatan di tengah proses pemulihan pasca banjir.

Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari pengurus lingkungan setempat, mulai dari RT hingga RW, yang membantu proses pendataan dan pengaturan alur warga. Para relawan juga turut membantu memastikan kegiatan berjalan tertib dan lancar.

Sinergi antara tenaga medis, tokoh masyarakat, dan relawan dinilai menjadi kunci keberhasilan kegiatan tersebut. Bahkan, bagi warga yang kondisinya tidak memungkinkan datang ke lokasi, tim medis melakukan pendekatan langsung secara terbatas.

“Kami percaya, pemulihan pasca banjir tidak bisa dilakukan sendiri. Kolaborasi semua pihak sangat penting agar warga bisa kembali sehat dan beraktivitas normal,” kata H. Zainuddin.

Harapan Baru di Tengah Pemulihan Warga

Bagi warga Desa Hurip Jaya, kehadiran Klinik Yakri Babelan menjadi harapan baru di tengah keterbatasan akses layanan kesehatan pasca banjir. Banyak warga mengaku terbantu karena tidak perlu menempuh perjalanan jauh ke fasilitas kesehatan lain.

Salah seorang warga mengungkapkan rasa syukurnya atas kegiatan tersebut. Ia menyebut, setelah banjir, kondisi tubuhnya sering terasa lemah dan gatal, namun belum sempat memeriksakan diri. “Alhamdulillah ada pengobatan gratis ini, jadi kami bisa langsung ditangani,” ujarnya.

Komitmen Klinik Yakri Babelan

Menutup kegiatan, H. Zainuddin, MARS menegaskan bahwa Klinik Yakri Babelan akan tetap bersiaga menghadapi dampak kesehatan pasca bencana. Ia berharap aksi medis ini dapat membantu warga pulih secara menyeluruh, baik secara fisik maupun psikologis.

Aksi kemanusiaan ini kembali menegaskan peran Klinik Yakri Babelan sebagai institusi kesehatan yang tidak hanya berfokus pada pelayanan di dalam gedung, tetapi juga hadir langsung di tengah masyarakat saat dibutuhkan. Kepemimpinan H. Zainuddin dalam kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana layanan kesehatan dapat menjadi garda terdepan dalam merespons kondisi darurat kemanusiaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *