Yayasan Afsus Salam Anna Hadir, Siswi SMP di Cabangbungin Urung Putus Sekolah

Jingga News, Cabangbungin, Bekasi — Di tengah keterbatasan ekonomi yang menghimpit, Laila (14), siswi SMP Ruhama di Desa Setialaksana, nyaris harus menghentikan pendidikannya. Ia tak lagi memiliki biaya, bahkan perlengkapan sekolah seperti seragam yang sudah tidak layak pakai.

Pada 23 April 2026, Laila sempat berencana untuk putus sekolah. Namun, pihak sekolah bergerak cepat. Melalui pendekatan langsung dan komunikasi dengan keluarga, SMP Ruhama memberikan kebijakan pembebasan biaya pendidikan sepenuhnya agar Laila tetap bisa melanjutkan sekolah.

“Sekolah berupaya agar tidak ada siswa yang berhenti hanya karena alasan ekonomi.”

Upaya tersebut kemudian diperkuat dengan hadirnya Yayasan Afsus Salam Anna. Keterlibatan yayasan berawal dari Ustaz Yani, penasihat yayasan sekaligus pengajar di SMP Ruhama, yang menjadi penghubung antara pihak sekolah dan yayasan.

Pada 26 April 2026, yayasan memberikan bantuan berupa perlengkapan sekolah, termasuk seragam baru, serta uang saku yang direncanakan rutin setiap bulan.

Selain itu, seragam sekolah yang diterima Laila juga merupakan sumbangan dari Bpk. Mazhar, SE, yang diketahui menjabat sebagai Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Bekasi, sebagai bentuk kepedulian terhadap dunia pendidikan.

Bantuan ini menjadi titik balik bagi Laila untuk kembali percaya diri dan melanjutkan pendidikannya.

Kebahagiaan terpancar dari wajah Laila saat menerima bantuan tersebut. Setelah berada di ambang putus sekolah, ia kini kembali memiliki harapan untuk masa depan.

Namun, di balik itu semua, kondisi kehidupan Laila masih memprihatinkan. Ia tinggal bersama neneknya, Sarwati, di rumah yang belum layak huni.

Sarwati tidak memiliki pekerjaan tetap. Untuk bertahan hidup, ia mengandalkan usaha kecil-kecilan seperti berjualan ikan asin, es, gorengan, dan bihun secara serabutan.

“Kami hanya berharap Laila bisa terus sekolah dan punya masa depan yang lebih baik.”

Meski bantuan awal telah diberikan, kebutuhan Laila dan keluarganya masih cukup besar untuk menopang kehidupan sehari-hari. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak diharapkan dapat membantu Laila tidak hanya bertahan di bangku sekolah, tetapi juga meraih cita-citanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *