Dana Berkurang Tak Patah Semangat Hati, Pemkab Berhemat Demi Ekonomi Bekasi
Sumber Foto: Bekasi.go.id
Jingga News – Langit fiskal Bekasi tampak redup, tapi semangat Pemkab mengelola ekonomi tetap menyala.
Pemkab Bekasi menyiapkan strategi menahan defisit APBD 2026 sekitar Rp1,3 triliun.
Defisit muncul karena pengurangan transfer pusat, termasuk Dana Alokasi Umum (DAU), dan tunggakan BPJS Kesehatan.
Beban BPJS kini Rp188 miliar, bisa mencapai Rp500 miliar bila digabung dengan kewajiban berjalan.
Kementerian Keuangan memproyeksikan transfer pusat untuk Bekasi 2026 hanya Rp1,49 triliun, turun Rp649 miliar dari 2025.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Bekasi juga belum menyentuh potensi maksimalnya, sehingga Pemkab harus kreatif.
Pelaksana Tugas Kepala BPKD Gatot Purnomo memaparkan strategi utama menstabilkan APBD di tengah tekanan ekonomi.
1. Menghidupkan Aset Daerah
Pemkab menyewakan dan memanfaatkan Barang Milik Daerah (BMD) agar aset diam ikut mendukung ekonomi Bekasi.
2. Menata Belanja dan Prioritas Pembangunan
Pemkab menyelaraskan program perangkat daerah dengan RPJMD dan Renstra, memotong belanja non-mandatori, fokus ke prioritas publik.
Efisiensi ini menajamkan arah pembangunan, bukan sekadar memangkas anggaran.
3. Optimalisasi PAD dan Sumber Baru
Pemkab mempertimbangkan retribusi industri limbah logam sebagai PAD baru. Pajak dan retribusi daerah juga akan diintensifkan.
Rencana PAD baru menunggu regulasi tambahan, seperti Raperda retribusi, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Bekasi.
4. Menyesuaikan Skema Pembayaran Kewajiban
Pemkab melakukan pembayaran BPJS bertahap, sambil memperbarui data kepesertaan agar pembayaran tepat dan akurat.
Semua langkah ini menjaga pelayanan publik, pembangunan infrastruktur, dan hak dasar masyarakat tetap terlindungi.
Gatot menekankan, efisiensi menahan sebagian beban. Jika PAD belum tumbuh signifikan, Pemkab harus memilih program pembangunan lebih selektif.
Bekasi belajar, semangat membangun tak tergantung kelimpahan dana, tapi pada kebijaksanaan mengelola setiap rupiah.
Langit fiskal boleh suram, tapi tekad Pemkab terang, menjaga harapan ekonomi Bekasi tetap menyala.
Menyala bersama fakta, berpihak pada nalar, menyalakan semangat daerah.
Tinggalkan Balasan
2 Komentar
-
Ping-balik: Jalur Cikarang–Cibarusah: Ritme Waktu di Tengah Lalu Lintas Bekasi - MEDIA JINGGA NEWS || www.jingganews.com
-
Jalur Cikarang–Cibarusah: Ritme Waktu di Tengah Lalu Lintas Bekasi – MEDIA JINGGA NEWS || www.jingganews.comTerimakasih atas informasinya ya
-

