Produsen Dodol Jonggol Bersertifikat Halal MUI, Omzet Harian Tembus Rp 2 Juta Meski Tanpa Toko

Jingga News, Bekasi, (22/11/2025) – Udara segar dan aroma sawah menyambut langkah tim kami menuju Kampung Haurkuning, Kecamatan Jonggol, Bogor, Sabtu (22/11/2025).

Di balik suasana pedesaan yang tenang, tersimpan kisah inspiratif dari sebuah usaha rumahan yang kini dikenal luas: Dodol Jonggol milik pasangan H. Maman dan Ibu Manik.

Dari toko kecil ke rumah produksi

Selama lebih dari lima tahun, keduanya konsisten memproduksi dodol. Awalnya, penjualan dilakukan melalui toko kecil di Jonggol dan Cibarusah.

Namun, setelah toko tutup, justru terjadi lonjakan permintaan. Kini, pembeli datang langsung ke rumah mereka—baik untuk konsumsi pribadi maupun dijual kembali secara online.

Sekarang banyak reseller online yang ambil. Jadi kami sudah tidak perlu buka toko lagi,” ujar Ibu Manik.

Perjalanan hidup: dari es balok ke dodol

Sebelum menekuni usaha dodol, H. Maman bekerja sebagai tukang depot es balok.

Namun usia yang kian menua membuatnya tak lagi sanggup mengangkat beban berat. Usaha es pun dihentikan, berganti dengan produksi dodol yang kemudian menjadi sumber utama penghidupan keluarga.

Alhamdulillah, dari usaha dodol ini Bapak bisa naik haji tahun kemarin,” kenang Ibu Manik dengan senyum.

Produksi stabil, omzet menggiurkan

Saat ini, usaha Dodol Jonggol mempekerjakan tujuh karyawan: dua pengaduk dodol dan lima pengemas.

Setiap hari mereka mengolah dua kuali dodol dengan modal sekitar Rp 900 ribu. Jika seluruh produk terjual, omzet harian bisa mencapai Rp 2 juta.

Daya tarik Dodol Jonggol terletak pada teksturnya yang kenyal, lembut, dan tahan lama—hingga dua minggu di suhu ruang atau dua bulan bila disimpan di kulkas.

Semua itu dicapai tanpa bahan pengawet. Ditanya rahasia kelezatan rasa, H. Maman hanya tersenyum penuh arti.

Sertifikat halal MUI, kepercayaan konsumen meningkat

Komitmen terhadap mutu dan keamanan produk kini semakin kuat dengan sertifikat halal dari MUI.

Sertifikasi ini bukan hanya menambah kepercayaan konsumen, tetapi juga membuka peluang pemasaran lebih luas, terutama bagi reseller online dan pembeli dari luar daerah.

Ketekunan yang menginspirasi

Kisah H. Maman dan Ibu Manik menjadi bukti bahwa ketekunan, kualitas yang konsisten, serta kejujuran dalam berusaha mampu membuka jalan rezeki.

Dari dapur sederhana di Jonggol, usaha dodol ini tidak hanya menghidupi keluarga, tetapi juga memberi lapangan kerja bagi warga sekitar.

Dan di balik setiap kuali dodol yang diaduk dengan sabar, tersimpan cinta yang tak pernah padam—cinta yang membuat rasa manisnya bukan sekadar gula, melainkan doa dan harapan yang terus mengalir.

IMG 20251122 WA0017

IMG 20251122 WA0016

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *