Jembatan Bambu, Lampu yang Menyala, dan Mimpi yang Mengapung di Atas Air
Jingganews.com, Babelan (07/12/2025) – Di Kampung Kedaung Babelan, sebuah kolam lele Bekasi sederhana disulap menjadi ruang mimpi dengan jembatan bambu dan lampu hias yang menyala di atas air.
Dari semangat gotong royong desa, warga menciptakan keindahan yang lahir dari mimpi sederhana masyarakat, menjadikan kampung ini simbol harapan baru yang tumbuh dari kesederhanaan.
Kampung Kedaung, RT 02 RW 01, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi
Di sudut sunyi Kampung Kedaung, sebuah kolam lele sederhana menjelma menjadi ruang penuh keajaiban. Tempat yang dulu hanya menjadi wadah menabur pakan kini berubah menjadi kanvas mimpi, di mana setiap riak air seakan menegaskan bahwa kehidupan, meski sederhana, selalu punya peluang untuk bersinar.
“Awalnya ini hanyalah kolam lele biasa,” ujar Sanin, salah satu penggerak warga, sambil menatap permukaan air yang berkilau diterpa cahaya lampu.
“Namun begitu bambu pertama dipasang dan lampu pertama dinyalakan, kolam ini berubah. Ia bukan sekadar air dan ikan, melainkan ruang berkumpul, tempat belajar, dan titik temu mimpi bagi siapa saja yang singgah.”
Ruang berkumpul dari bambu dan cahaya
Di sekeliling kolam, jembatan bambu terbentang, seolah menghubungkan manusia dengan alam.
Lampu-lampu kecil memantulkan cahaya lembut ke permukaan air, sementara payung warna-warni bergoyang tertiup angin sore.
Semua itu bukan sekadar hiasan, melainkan simbol bahwa sebuah komunitas mampu menciptakan keindahan dari hal paling sederhana.
Sanin tidak sendiri. Ada Mardi, yang menjaga aroma kehidupan lewat warung kopi di tepi kolam.
Aroma kopi berpadu dengan suara gemericik air, menciptakan ruang teduh bagi siapa saja yang ingin rehat dari penat.
Ada pula Anto, sang penggerak sunyi, yang selalu memulai dengan kalimat sederhana: “Mari bangun keindahan dengan apa yang kita punya.” Dari kalimat itu, bambu dipotong bersama, lampu digantung bersama, dan mimpi dibawa bersama-sama.
Kolam yang menjadi sekolah kehidupan
Bagi Sanin, menjaga kolam bukan sekadar pekerjaan. Ia membaca air, merasakan kapan ikan lapar, kapan kolam haus disentuh, dan kapan ekosistem butuh perhatian.
“Saya bukan hanya pengelola, tapi penjaga keseimbangan,” ujarnya.
Kolam ini kini menjadi ruang belajar. Anak-anak belajar merawat ikan, memahami waktu makan, dan menegakkan kesabaran sebagai bagian dari rezeki.
Bagi warga, ia menjadi ruang pertemuan—tempat ide, cerita, tawa, dan doa bercampur menjadi satu.
Gotong royong yang menyalakan harapan
Keindahan ini lahir dari gotong royong, warisan leluhur yang tak pernah pudar.
Bambu dipotong bukan oleh kontraktor, melainkan oleh persaudaraan.
Lampu dipasang bukan oleh teknisi, tetapi oleh kesediaan hati. L
Payung warna-warni digantung bukan oleh seniman profesional, melainkan oleh cinta pada kampung.
Setiap lentera di pinggir kolam adalah doa yang menyala.
Setiap riak air adalah langkah menuju masa depan yang lebih jernih.
Setiap bambu yang dipijak mengingatkan warga bahwa keindahan bisa dibangun dari apa yang ada di tangan, bukan dari apa yang ditunggu datang.
Kampung yang belajar bermimpi lagi
Kini, ketika malam turun perlahan, jembatan bambu dan lampu-lampu di atas kolam menjadi saksi bahwa kebahagiaan bisa lahir dari kesederhanaan.
Kampung Kedaung bukan lagi titik sunyi di peta. Ia hidup, menyala, dan percaya pada hari esok.
Setiap tetes air, riak ikan, dan senyum warga menjadi bukti bahwa mimpi bisa tumbuh dari tangan yang mau bekerja, hati yang peduli, dan mata yang mampu melihat kemungkinan di depan mata.
Ketika malam merayap pelan di Kampung Kedaung, jembatan bambu seakan menjadi jalan kecil menuju mimpi.
Lampu-lampu yang berpendar di atas kolam lele bukan sekadar cahaya, melainkan bisikan lembut bahwa harapan selalu ada, bahkan di sudut paling sederhana.
Di antara riak air dan senyum warga, lahirlah sebuah janji: bahwa cinta pada kampung, pada alam, dan pada sesama akan terus tumbuh, menyala, dan mengikat hati dalam keindahan yang tak lekang oleh waktu.
Keterangan lokasi
- Wilayah: Kampung Kedaung, RT 02 RW 01
- Desa: Kedung Pengawas
- Kecamatan: Babelan
- Kabupaten: Bekasi

