Pedagang Nasi Uduk 68 Tahun di Cibarusah Tetap Semangat Keliling Jualan Meski Terjerat Hutang Bank Keliling

Jingga News, Cibarusah (21/11/2025) – Suara khas “nasi uduk… blang bleng blong…” kembali mengisi jalanan Kampung Babakan, Cibarusah, pada Jumat (21/11/2025).

Suara itu datang dari Mang Nding (68), pedagang nasi uduk keliling yang puluhan tahun setia mengayuh sepeda tuanya demi mencari nafkah. Meski usia menua, semangatnya tak pernah surut.

Sosok yang ramah dan setia

Dikenal ramah dan selalu tersenyum, Mang Nding akrab di mata warga.

Setiap pagi, ia berkeliling dengan batik dan peci hitam yang menjadi ciri khasnya.

Di keranjang sepedanya tersusun nasi uduk bungkus daun pisang, aneka gorengan, gemblong, dan sesekali kue basah.

Kondisi usaha dan beban hutang

Jualan yang tetap stabil

Saat ditemui, Mang Nding mengaku dagangannya cukup stabil.

Alhamdulillah, masih ada rezeki,” ujarnya sambil tersenyum.

Terkendala cicilan harian

Di balik senyum itu, sebagian besar penghasilan habis untuk membayar cicilan bank keliling yang menagih setiap hari.

Keuntungan menipis dan kerap hanya cukup untuk kebutuhan makan harian.

Saya pengin sekali dapat bantuan PKH, tapi tidak ada yang mendaftarkan,” tuturnya.

Harapan untuk uluran tangan

Modal untuk melunasi hutang

Mang Nding berharap ada pihak yang bersedia menambah modal agar ia bisa melunasi hutang dan memperbaiki kondisi ekonomi keluarga.

Kalau ada yang bantu buat nutup hutang, hidup saya pasti jauh lebih ringan,” katanya.

Pernah masuk program televisi

Beberapa tahun lalu, kisah Mang Nding tampil di acara “Pantang Mengemis” di salah satu stasiun televisi nasional.

Dari sana, ia mendapat tambahan modal dan sebuah sepeda yang hingga kini menemani langkahnya berjualan.

Semangat di usia senja

Meski usianya sudah senja, Mang Nding tetap mengayuh sepeda menyusuri kampung setiap hari demi menghidupi keluarganya.

Kisahnya mencerminkan perjuangan pelaku usaha kecil yang bertahan di tengah keterbatasan.

Harapan warga

Warga setempat berharap ada perhatian dari pemerintah maupun dermawan untuk meringankan beban Mang Nding.

Dukungan yang tepat akan membantu usahanya berjalan lebih tenang dan berkelanjutan.

Semoga kesehatan, umur panjang, dan kelancaran rezeki selalu menyertai perjuangan Mang Nding.

Di setiap kayuhan sepedanya, tersimpan doa sederhana: bahwa hidup, meski penuh beban, tetap indah ketika dijalani dengan senyum dan semangat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *