Kulineran di Pojok Hyundai: Tempat Keluarga dan Rasa Bertemu
Jingga News – Di tengah ritme industri yang tak pernah tidur, pagi selalu menyimpan ruang untuk jeda. Di sanalah keluarga menemukan makna: bukan sekadar makan, tapi menyatu dalam rasa, waktu, dan kebersamaan.
Sabtu, 25 Oktober 2025, keluarga Bapak Tama dari Jogjakarta menyapa Lippo Cikarang dengan langkah ringan dan hati terbuka.
Dalam rangka silaturahmi, mereka singgah di pojok kawasan industri Hyundai—sebuah sudut yang kini hidup sebagai ruang kuliner berkat inisiatif warga sekitar.
Sudut Kuliner yang Tumbuh dari Gerobak dan Kehangatan
Lokasinya berada di sebelah kanan pintu masuk Hyundai, tepat di belakang Bintang Motor (AHM), jika ditempuh dari arah Cibarusah.
Di sana, deretan gerobak menyambut dengan aroma yang menggoda dan senyum yang tulus.
Menu yang tersedia beragam: soto hangat, ketoprak segar, rica-rica entog dan ayam yang pedas menggigit, nasi uduk yang wangi, nasi liwet yang lembut, nasi kuning yang cerah, hingga bubur ayam yang menenangkan.
Minuman pun tak kalah menyegarkan—es teh manis, es tebu, es kelapa muda, dan es cendol yang menggoda pagi.
Harga yang ditawarkan ramah di kantong, sepadan dengan rasa dan suasana yang ditawarkan.
Tak perlu meja mewah—lesehan di atas rumput hijau menjadi pilihan, menghadirkan kenyamanan yang tak dibuat-buat.
Anak-anak bermain, orang tua bersantap, dan pagi pun terasa lebih hidup. Di tengah lalu lintas kendaraan yang melintas, suasana tetap terasa damai dan bersahaja.
Ramahnya Pedagang, Puasnya Pelanggan
Menurut Bapak Tama, yang paling berkesan bukan hanya makanannya, tapi juga keramahan para pedagang.
Senyum mereka tulus, sapaan mereka hangat, dan pelayanan mereka membuat siapa pun merasa diterima.
“Yang jelas kami sekeluarga merasa puas sarapan pagi ini di pojok kawasan industri Hyundai,” ujarnya sambil tersenyum.
Di tengah hiruk-pikuk industri, pojok ini menjadi ruang rasa dan cerita—tempat di mana kuliner menjadi jembatan antara tradisi, kebersamaan, dan harapan yang terus tumbuh.
Menyulam Makna di Tengah Kesederhanaan
Pagi itu bukan sekadar sarapan, melainkan perayaan kecil atas kehadiran dan kebersamaan.
Di pojok Hyundai, keluarga bukan hanya menyantap makanan, tapi juga menyulam hakikat makna dalam kesederhanaan.
Kuliner menjadi bahasa yang menyatukan, dan keramahan menjadi pelengkap rasa.
Di tengah dunia yang bergerak cepat, tempat seperti ini mengingatkan kita bahwa kehangatan tak selalu datang dari hal besar—kadang cukup dari tikar, rumput, dan senyum tulus yang tak dibuat-buat.

