Carabikang Bu Hanna, Jajanan Subuh yang Diperebutkan Warga Cibarusah
Jingga News, Cibarusah, 20 November 2025 pukul 05.30 WIB — Pagi masih gelap ketika wangi pandan mulai menyentuh udara.
Bau itu berasal dari dapur kecil milik Bu Hanna, warga Perumahan Taman Firdaus 1, yang dikenal warga sebagai satu-satunya pembuat carabikang tradisional di Cibarusah. Ketenarannya tumbuh melalui percakapan warga yang merindukan jajanan lawas.
Resep Lama yang Terus Dijaga
Carabikang itu lahir dari adonan tepung beras, santan hangat, telur, dan gula pasir. Adonan itu kemudian dipanggang dalam cetakan berlekuk hingga mekar seperti bunga sabar.
Proses pemanggangan menyebarkan aroma lembut yang merayap ke jalanan, seolah memanggil kenangan masa kecil setiap orang.
Tingginya Antusiasme Menuntut Sistem Pemesanan
Minat warga terus meningkat setiap minggu. Karena itu, Bu Hanna menjelaskan kepada pembeli bahwa ia menerapkan sistem pre-order agar kue tidak habis sebelum subuh berlalu.
Banyak warga memahaminya, sebab tangan yang mengerjakan hanya sepasang sementara pemesan terus bertambah.
Harga Ramah Kantong yang Membuat Warga Datang Kembali
Pagi itu pesanan kami datang tepat waktu. Dengan Rp10.000, kami menerima lima carabikang berukuran besar.
Harganya hanya Rp2.000 per potong, sebuah nilai yang membuat warga terus kembali meski harus bangun lebih awal.
Mereka menghargai konsistensi Bu Hanna menjaga harga di tengah naiknya bahan baku.
Aroma Nostalgia dalam Setiap Mekaran
Begitu kemasan dibuka, aroma pandan langsung menyergap. Uap hangatnya membawa ingatan pada masa kecil yang sederhana.
Teksturnya mekar lembut, seperti bunga yang membuka pagi dengan pelan.
“Aromanya khas sekali. Rasanya seperti pulang,” ujar istri penulis yang duduk menemani kami menikmati kopi hangat.
Menjaga Tradisi di Tengah Derasnya Jajanan Modern
Dalam setiap potong carabikang, Bu Hanna bukan sekadar menjual rasa. Ia menjaga denyut tradisi agar tidak hilang ditelan tren makanan modern.
Warga mengetahuinya. Mereka datang bukan hanya membeli kue, tetapi juga ingin menyentuh kembali kenangan yang mulai pudar di antara hiruk kota.
Primadona yang Bertahan di Antara Zaman
Di tengah maraknya camilan kekinian, carabikang Bu Hanna tetap menjadi primadona Cibarusah sejak subuh.
Ia membuktikan bahwa makanan sederhana mampu menahan derasnya perubahan dengan aroma pandan yang tak pernah lekang.

