Kasus Trio RRT dan Ijazah Jokowi: Mikro Ekspresi, Etika Komunikasi, dan Dampak Demokrasi Digital

Mikro Ekspresi Roy Suryo: Ketegangan yang Tak Terucap

Di balik senyum Roy Suryo, mikro ekspresi mengungkap tekanan batin, konflik etika, dan strategi bertahan dalam pusaran politik digital.

Senyum yang Menyimpan Luka

Pernyataan Roy Suryo—“Saya senyum saja”—terdengar ringan.

Namun menurut pakar mikro ekspresi Dody Triasmara, ekspresi wajah Roy menunjukkan ketegangan yang tidak sinkron dengan kata-katanya.

Area mata yang menegang, rahang yang mengeras, dan jeda sebelum tersenyum adalah indikator tekanan batin.

Strategi Bertahan atau Konflik Batin?

Dody menyebut ekspresi Roy menyerupai “marah yang ditahan”—indikasi konflik antara citra yang ingin dipertahankan dan tekanan hukum yang tak bisa dihindari. Ini disebut emotional leakage dalam psikologi komunikasi.

Perbandingan Dinamika Ekspresi Trio RRT

Rismon tampil frontal, dr. Tifa pasrah, Roy berusaha tenang. Namun ekspresi Roy paling kompleks—campuran antara rasa takut, marah, dan usaha mempertahankan kendali.

Wajah sebagai Arena Politik

Mikro ekspresi menjadi alat baca penting untuk memahami tekanan dan strategi tokoh publik.

Ketika kata-kata tak cukup, wajah bicara. Dan kadang, wajah lebih jujur dari kata.

Politik bukan hanya soal retorika, tapi tentang keberanian membiarkan ekspresi jujur muncul, meski hanya sepersekian detik.

Berikutnya: Etika Komunikasi Publik di Era Digital

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *