Kasus Trio RRT dan Ijazah Jokowi: Mikro Ekspresi, Etika Komunikasi, dan Dampak Demokrasi Digital

Etika Komunikasi Publik di Era Digital

Kasus ijazah Jokowi membuka perdebatan tentang etika komunikasi publik: di mana batas antara kritik, hoaks, dan tanggung jawab?

Kritik vs Fitnah: Garis Tipis yang Sering Kabur

Dalam demokrasi, kritik adalah oksigen. Namun ketika kritik berubah menjadi tuduhan tanpa dasar, yang terguncang bukan hanya reputasi individu, tetapi juga kepercayaan terhadap institusi.

Media Sosial dan Ilusi Kebenaran

Platform digital mengubah siapa pun menjadi penyebar informasi.

Namun banyak narasi yang beredar tidak berbasis data, melainkan asumsi.

Di sinilah etika diuji: apakah kita bicara — mencerahkan atau memprovokasi?

Tanggung Jawab Figur Publik

Roy Suryo, Rismon, dan dr. Tifa memiliki pengaruh. Maka tanggung jawab mereka pun berlipat.

Satu unggahan bisa menjadi api yang membakar kepercayaan bertahun-tahun.

Demokrasi Butuh Etika

Kebebasan berekspresi adalah hak, tapi etika adalah penyeimbangnya.

Demokrasi yang sehat bukan hanya memberi ruang bicara, tapi juga mendidik cara bicara yang bertanggung jawab.

Kata-kata bukan sekadar suara—mereka adalah tanggung jawab. Dan dalam setiap kalimat yang kita pilih, ada masa depan yang kita bentuk bersama.

Selanjutnya: Dampak Kasus Ijazah terhadap Kepercayaan Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *