Kasus Trio RRT dan Ijazah Jokowi: Mikro Ekspresi, Etika Komunikasi, dan Dampak Demokrasi Digital
Refleksi Akhir: Komunikasi Publik dan Masa Depan Demokrasi
Kasus trio RRT menjadi cermin: bagaimana komunikasi publik yang bijak bisa menjaga demokrasi dari keretakan simbolik dan hoaks.
Komunikasi Publik Bukan Sekadar Bicara
Kata-kata bisa menjadi senjata, tapi juga jembatan.
Figur publik harus menyadari bahwa setiap unggahan adalah pernyataan politik.
Demokrasi Butuh Etika
Kebebasan bicara tanpa etika bisa berubah menjadi kebisingan yang merusak.
Demokrasi yang sehat mendidik cara bicara yang bertanggung jawab.
Wajah, Kata, dan Tanggung Jawab
Ekspresi bisa menggugah, tapi kata-kata bisa mengubah.
Ketika komunikasi publik kehilangan kejujuran, maka demokrasi kehilangan arah.
Masa Depan Ruang Publik
Ruang digital harus menjadi taman dialog, bukan ladang fitnah.
Kejujuran, kehati-hatian, dan keberanian mengakui kesalahan adalah fondasinya.
Dalam setiap kata yang kita pilih, ada masa depan yang kita bentuk bersama. Demokrasi yang jujur lahir dari komunikasi yang manusiawi.

