Gerakan Rakyat Deklarasi Jadi Partai, Sahrin Hamid Singgung Anies Baswedan
Jingga News, Jakarta — Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri menjadi Partai Gerakan Rakyat dalam forum nasional yang dihadiri pengurus dari berbagai daerah. Ketua Umum Sahrin Hamid menegaskan bahwa deklarasi partai politik ini juga memuat harapan agar Anies Baswedan tampil sebagai pemimpin nasional di masa mendatang.
Jakarta — Organisasi kemasyarakatan (ormas) Gerakan Rakyat resmi mendeklarasikan diri bertransformasi menjadi partai politik dengan nama Partai Gerakan Rakyat. Deklarasi tersebut diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I Gerakan Rakyat yang digelar di Hotel Aryaduta, Jakarta, pada Minggu (18/1/2026).
Langkah politik ini menandai babak baru perjuangan Gerakan Rakyat dari gerakan sosial menjadi kekuatan politik formal. Transformasi tersebut diklaim mendapat dukungan luas dari basis anggota dan simpatisan di berbagai daerah di Indonesia.
Hasil Real Vote: Mayoritas Setuju Transformasi Jadi Partai
Sebelum deklarasi resmi, Gerakan Rakyat melakukan real vote internal untuk mengukur sikap anggota terhadap rencana perubahan status menjadi partai politik. Pemungutan suara ini melibatkan sekitar 70 ribu responden yang tersebar di berbagai wilayah.
Hasil real vote menunjukkan 76 persen responden menyatakan setuju dan bergabung, 18 persen menolak, sementara 5 persen menyatakan masih pikir-pikir. Angka ini dinilai mencerminkan tingginya antusiasme akar rumput terhadap langkah politik organisasi.
Panitia Rakernas menyebut real vote tersebut sebagai bentuk transparansi dan partisipasi demokratis internal. Keputusan transformasi organisasi disebut tidak diambil secara sepihak, melainkan melalui aspirasi anggota.
Pidato Perdana Ketua Umum: Indonesia Adil dan Makmur
Ketua Umum Gerakan Rakyat, Sahrin Hamid, dalam pidato perdananya menegaskan bahwa perubahan menjadi partai politik merupakan langkah strategis untuk memperjuangkan cita-cita organisasi secara lebih efektif melalui jalur konstitusional.
“Satu hal kita menginginkan Indonesia yang lebih adil dan makmur, dan yang kedua kita menginginkan bahwa pemimpin nasional kita nanti, insyaallah, adalah Anies Rasyid Baswedan,” ujar Sahrin.
Pidato tersebut disampaikan dalam forum Rakernas I dan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube resmi Gerakan Rakyat.
Dukungan terhadap Anies Baswedan Jadi Aspirasi Kader
Sahrin Hamid menjelaskan bahwa harapan agar Anies Rasyid Baswedan menjadi Presiden Republik Indonesia di masa mendatang merupakan aspirasi mayoritas kader dan simpatisan Gerakan Rakyat.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat tetap menghormati mekanisme demokrasi dan konstitusi. Dukungan politik akan ditempuh melalui proses yang sah, terbuka, dan bertahap sesuai ketentuan hukum.
“Partai ini lahir bukan untuk kepentingan sesaat, tetapi sebagai wadah perjuangan rakyat dalam jangka panjang,” kata Sahrin.
Rakernas I: Konsolidasi Nasional dan Penataan Organisasi
Rakernas I Gerakan Rakyat dihadiri oleh pengurus pusat, wilayah, dan perwakilan daerah dari berbagai provinsi di Indonesia. Forum ini menjadi ajang konsolidasi nasional pasca transformasi organisasi.
Agenda utama Rakernas meliputi pengesahan perubahan status organisasi, penetapan struktur kepengurusan sementara, penyusunan arah ideologi dan platform perjuangan, serta persiapan menghadapi proses verifikasi partai politik.
Dari Gerakan Sosial ke Jalur Politik Formal
Sejak berdiri sebagai ormas, Gerakan Rakyat dikenal aktif menyuarakan isu keadilan sosial, demokrasi, dan kesejahteraan rakyat. Namun, keterbatasan ruang gerak sebagai organisasi non-partai mendorong pilihan masuk ke jalur politik formal.
Menurut pimpinan Gerakan Rakyat, transformasi ini tidak berarti meninggalkan nilai-nilai gerakan, melainkan memperluas ruang perjuangan agar aspirasi rakyat dapat masuk langsung ke proses pengambilan kebijakan.
Respons Anggota: Antusias, Namun Tetap Kritis
Meski mayoritas mendukung, hasil real vote juga menunjukkan adanya sebagian anggota yang menolak atau masih ragu. Pimpinan partai menilai perbedaan pandangan tersebut sebagai hal wajar dalam dinamika organisasi demokratis.
Pihaknya berkomitmen membuka ruang dialog internal agar aspirasi seluruh anggota tetap terakomodasi dalam perjalanan partai ke depan.
Siap Ikuti Proses Verifikasi KPU
Dengan deklarasi ini, Partai Gerakan Rakyat menyatakan kesiapan mengikuti seluruh tahapan hukum dan administrasi yang ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Tahapan tersebut meliputi pemenuhan syarat kepengurusan, keanggotaan, kantor tetap, serta verifikasi administratif dan faktual sesuai peraturan perundang-undangan.
Babak Baru Politik Gerakan Rakyat
Deklarasi Partai Gerakan Rakyat menandai babak baru perjalanan organisasi dari gerakan sosial menuju partai politik. Dengan dukungan mayoritas anggota dan agenda konsolidasi nasional, partai ini berambisi menjadi kekuatan politik baru di tingkat nasional.
Ke depan, publik akan mencermati sejauh mana Partai Gerakan Rakyat mampu menjaga konsistensi antara idealisme gerakan dan praktik politik elektoral.
Deklarasi ini bukan sekadar perubahan status, melainkan janji yang diikat oleh harapan, bahwa perjuangan yang lahir dari rakyat akan kembali kepada rakyat.

