Angin Kencang Rusak Puluhan Hunian di Kedungwaringin, Respons Pemerintah Cepat Atasi Bencana

Gambar:bekasikab.go.id

Angin kencang dan hujan deras menyapa desa Karangharum, kecamatan Kedungwaringin. Malam itu, langit gelap membawa kecemasan ke rumah-rumah warga.

Puting beliung menerjang Kampung Rawakuda. Atap rumah beterbangan, tembok retak. Warga terpaksa mengungsi ke rumah kerabat.

Sebanyak 108 rumah rusak di tujuh kecamatan. Di Karangharum, 26 rumah terdampak. Syukurnya, tak ada korban jiwa.

Beberapa rumah hanya kehilangan genteng. Namun, sebagian lainnya roboh total. Warga memilih bertahan atau mencari tempat aman.

Pemerintah Kabupaten Bekasi segera bergerak. Bantuan darurat dikirim. Plt. Kasi Trantib, Naman Abdul Rachman, turun langsung ke lokasi.

“Kami pastikan warga aman, punya tempat tinggal sementara, dan kebutuhan dasar terpenuhi,” ujarnya dengan nada tegas dan empati.

BPBD berkoordinasi dengan PLN dan instansi lain. Pohon tumbang disingkirkan, listrik dipulihkan, jalan dibersihkan bersama relawan.

Pemerintah desa ikut turun tangan. Warga saling bantu. Langkah antisipatif disiapkan bila cuaca kembali memburuk.

Di tengah genteng retak dan tembok runtuh, harapan tumbuh. Pemerintah berkomitmen memperbaiki rumah warga secepatnya.

Bantuan perbaikan mulai disalurkan. Warga diminta tetap waspada. Cuaca ekstrem belum sepenuhnya berlalu.

Gotong royong jadi kekuatan utama. Solidaritas tumbuh dari reruntuhan. Setiap tangan yang membantu adalah benih harapan.

Di penghujung hari, matahari akan kembali terbit menyapa bumi Kedungwaringin. Semangat warga tetap menyala, tak padam oleh badai.

Karena di negeri ini, luka alam selalu dijahit dengan benang solidaritas. Dan setiap retakan, adalah awal dari kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *