Kegiatan yang Menyatukan Lingkungan dan Ingatan
Aksi gotong royong ini dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 23 November pukul 08.00 WIB. Para peserta — mulai dari anggota DPC/DPRT hingga warga Kampung Katimaha — telah menyiapkan diri untuk berjalan bersama menuju area pemakaman.
“Ini tentang merawat jejak para pendahulu kita, termasuk keluarga dari tokoh besar bangsa. Lingkungan yang bersih adalah bentuk penghormatan kita kepada mereka,”
Rencana Aksi
- Pengumpulan dan pembersihan daun kering serta sampah organik.
- Pemotongan rumput liar di jalur peziarah dan area makam.
- Penataan ulang jalur setapak agar aman bagi peziarah.
- Penyediaan karung sampah, sapu, sekop, dan sarung tangan (sebagian disediakan panitia).
Detail Teknis & Titik Kumpul
Titik Kumpul: Kantor DPC Karang Bahagia — Perumahan Ratna Megah No. 1 karang Anyar
Lokasi Aksi: TPU Kampung Katimaha, Desa Karang Anyar
Waktu: Minggu, 23 November — Registrasi & Briefing 07.45 WIB, Mulai 08.00 WIB
Suasana Pra-Hari H
Meski kegiatan belum dimulai, antusiasme sudah terasa. Pemuda menyiapkan alat, ibu-ibu menyiapkan konsumsi sederhana, dan tokoh kampung mengajak supaya partisipasi meluas.
Selain aspek kebersihan, aksi ini memancing rasa hormat karena lokasi pembersihan merupakan tempat peristirahatan orang tua H. Oma Irama — sebuah hubungan personal yang menambah dimensi penghormatan dalam kegiatan.
Gotong Royong sebagai Nafas Masyarakat
Bakti sosial yang akan digelar besok menjadi simbol bahwa nilai paling sederhana bisa memancarkan pengaruh besar.
Membersihkan pemakaman bukan hanya merawat ruang fisik, tetapi juga merawat ruang batin: tempat di mana kenangan, sejarah, dan kemanusiaan bertemu.
Dengan menggandeng warga dan relawan, kegiatan yang dipelopori DPC & DPRT Karang Bahagia ini diharapkan memperkuat kebersamaan dan menghidupkan kembali budaya gotong royong—jantung masyarakat Indonesia.
Ajakan: Mari bergotong royong. Bawa sapu/sekop bila ada. Alat sebagian disediakan panitia.

