Bocah 5 Tahun di Bekasi Tewas Diserang Tawon Vespa, Damkar Bekasi Turun Tangan Bakar Sarang

Bekasi, 1 November 2025 — Jingga NewsLangit Sukawangi sore itu tenang, sebelum mendadak berubah jadi kepak maut.

Dua bocah kecil, Surya Kencana (5) dan kakaknya SG (6), berjalan riang menuju warung di Kampung Piket, Desa Sukatenang, Kabupaten Bekasi.

Tak ada tanda bahaya. Hanya desir angin dan suara jangkrik. Hingga ratusan tawon Vespa tiba-tiba menyerbu dari balik pepohonan.

Kronologi Tragis di Pinggir Jalan Kampung

Peristiwa itu terjadi Rabu, 29 Oktober 2025 sekitar pukul 15.00 WIB.

Kedua bocah itu melintas tak jauh dari sarang tawon jenis Vespa affinis—atau lebih dikenal warga sebagai tawon ndas, serangga agresif beracun yang sering membuat sarang di pohon atau atap rumah.

Tanpa menyadari bahaya, mereka lewat terlalu dekat. Sekejap, langit sore berubah menjadi amukan sayap.

Adiknya langsung diserang. Kakaknya sempat lari, tapi Surya terjatuh. Tawon itu nyerbu semua,” ujar Rajab (39), relawan kesehatan warga Sukawangi, saat ditemui usai kejadian, Kamis (30/10).

SG berhasil selamat meski tubuhnya penuh luka sengatan. Surya, sang adik, jatuh pingsan di tempat.

Evakuasi Warga dan Perawatan di RS Anna Medika

Warga panik berhamburan. Surya dibawa ke klinik terdekat lalu dirujuk ke RS Anna Medika.

Namun, kondisi tubuhnya yang diserang lebih dari 30 sengatan di kepala, tangan, dan dada membuat racun cepat menyebar.

Dokter berupaya menstabilkan tekanan darah dan pernapasan, tetapi Surya meninggal dunia pada Kamis malam, pukul 20.00 WIB.

Dia udah lemas pas sampai klinik. Kami cuma bisa bantu semampunya sebelum dibawa ke rumah sakit,” kata Sudaryo (54), paman korban, dengan mata berkaca-kaca.

Damkar Bekasi Turun Tangan: Sarang Dibakar

Setelah laporan warga masuk, Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi bergerak cepat. Pada Jumat, 31 Oktober 2025, tim Rescue dari Pos Komando Sektor Cikarang diterjunkan ke lokasi.

Mereka menemukan sarang raksasa berdiameter hampir 50 sentimeter menggantung di atas pohon setinggi 2,5 meter, tepat di pinggir jalan kampung.

Sarang langsung kami musnahkan menggunakan api agar tidak menimbulkan serangan ulang. Tawon jenis ini agresif, apalagi jika sarangnya terganggu,” jelas Mulyadi Hadisaputra, Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kabupaten Bekasi

Menurut Mulyadi, kasus evakuasi tawon kini semakin sering terjadi di wilayah Bekasi.

Selama 2025, kami sudah menangani lebih dari 230 kasus penyelamatan non-kebakaran, termasuk evakuasi sarang tawon dan ular. Ini bukti masyarakat makin sadar untuk melapor lebih awal,” ujar Mulyadi.

Minim Mitigasi, Ancaman yang Tak Terlihat

Kasus Surya menambah daftar korban sengatan tawon Vespa di Indonesia yang kian meningkat.

Serangan biasanya terjadi saat koloni merasa terganggu atau sarangnya berada dekat aktivitas manusia.

Pakar entomologi dari IPB, Dr. Nuraini Sasongko, menjelaskan bahwa Vespa affinis memiliki racun neurotoksin yang bisa memicu reaksi anafilaksis fatal, terutama pada anak-anak.

Racun tawon ndas bukan hanya menyakitkan, tapi bisa menghentikan fungsi organ vital bila korban menerima banyak sengatan,” ujar Nuraini dalam keterangan terpisah.

Seruan Kesadaran dan Pencegahan

Pemerintah Desa Sukatenang kini bekerja sama dengan relawan lingkungan dan Damkar Kabupaten Bekasi untuk memetakan lokasi sarang tawon di sekitar permukiman.

Kepala Desa Sukatenang, Tarmuji, mengimbau warga agar tidak membakar atau memukul sarang sendiri.

Laporkan ke Damkar. Jangan ambil risiko. Kami sudah siapkan kontak darurat 24 jam,” tegasnya.

Kini, rumah kecil keluarga Surya di Kampung Piket sunyi. Di depan pintu, sandal mungil masih tersusun. Bekas langkah bocah yang sempat menatap dunia dengan mata polos — sebelum langit sore dikerumuni kepak maut.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *