Ketika Bojong Koneng Menjadi Sungai Dadakan
JinggaNews.com | Bekasi, 30 Oktober 2025 — Jingga News
Hujan turun sore itu tak sekadar menyejukkan tanah; ia membawa kisah lama yang berulang di Bojong Koneng, Cikarang Barat, Bekasi.
Genangan air kembali menutup jalan, menenggelamkan roda, dan menelan sabar warga yang melintas.
Motor-motor yang mogok berbaris seperti perahu karam di tengah kota. Suara mesin yang tersendat berpadu dengan bunyi klakson yang pasrah.
Di tepi jalan, beberapa warga menambang rezeki dari arus yang deras—menawarkan jasa dorong motor dengan senyum lelah namun tulus.
“Setiap kali hujan deras, jalan ini pasti tenggelam. Drainase-nya udah lama rusak,” ujar Dedi (35), warga Bojong Koneng, sembari menggulung celananya yang basah sampai lutut.
Tak jauh dari situ, seorang pengendara menatap motornya yang mogok dengan wajah pasrah.
“Tiap tahun katanya mau dibenerin, tapi ya begini lagi, begini lagi,” keluhnya pelan.
Menurut pengamatan di lapangan, hujan yang turun sejak pukul tiga sore membuat arus air dari permukiman sekitar tak tertampung saluran drainase.
Akibatnya, jalan berubah menjadi sungai dadakan sepanjang hampir 200 meter. Lalu lintas sempat tersendat hampir satu jam.
Hingga malam menjelang, air perlahan surut, namun sisa-sisa hujan masih tertinggal di wajah kota—dan di hati warga yang menunggu janji perbaikan dari pemerintah.
Sebab yang diinginkan mereka bukan hanya jalan yang kering, tapi kehidupan yang tak lagi terhenti di tengah genangan.
Catatan Redaksi
Fenomena genangan di Bojong Koneng menjadi cermin dari persoalan klasik drainase di Bekasi.
Harapan publik kini tertuju pada langkah cepat Pemkot untuk menuntaskan masalah yang terus berulang setiap musim hujan.



