Gedung yang Bernafas Pelan: Dua Puskesmas yang Menunggu Kehidupan di Jatisampurna

Jingga News, Bekasi, (06/11/2025) — Di Jatisampurna, Kabupaten Bekasi, dua puskesmas baru — Jatirangga dan Jatiraden — berdiri megah namun masih sepi.

Warga menanti kehadiran tenaga medis yang mampu menghidupkan layanan kesehatan, mengubah beton dan cat segar menjadi ruang pengharapan dan keselamatan.

Puskesmas Jatisampurna Bekasi menjadi simbol janji pelayanan yang belum sepenuhnya hadir.

Saat Gedung Berdiri, Tapi Jiwa Belum Datang

Bekasi tumbuh cepat, tapi dua puskesmas baru di Jatisampurna — Jatirangga dan Jatiraden — masih berdiri diam: catnya segar, ubinnya kinclong, tapi pintunya tertutup rapat.

Di tepi jalan Jatisampurna, dua bangunan megah berdiri di antara bising lalu lintas dan lengang harapan warga.

Rampung sejak akhir 2024, papan nama sudah terpajang, tapi kursi tunggu masih kosong. Bagi warga, bukan sekadar bangunan — melainkan janji pelayanan yang belum tiba.

Suara Warga di Tengah Sepi

“Gedungnya bagus, tapi kapan buka?” tanya seorang ibu sambil menuntun anaknya menuju puskesmas kelurahan sebelah.

Baginya, jarak lima kilometer terasa jauh ketika kesehatan anaknya bergantung pada langkah cepat.

Pemerintah Mengakui Kekurangan

Dinas Kesehatan Kota Bekasi menyebut alasan klasik: kekurangan tenaga medis.

Belum cukup dokter, bidan, dan perawat untuk membuka layanan penuh.

Dua puskesmas itu untuk sementara difungsikan sebagai puskesmas pembantu sambil menunggu proses rekrutmen rampung.

Di senja Jatisampurna, dua bangunan itu tampak seperti manusia yang baru dihidupkan tapi belum punya jiwa. Mereka menunggu napas pertama—saat seorang dokter menyalakan lampu dan berkata, “Selamat pagi, Puskesmas.”

➡️ Lanjut ke halaman 2:

Mengupas akar kekurangan tenaga medis di Jawa Barat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *