Gedung yang Bernafas Pelan: Dua Puskesmas yang Menunggu Kehidupan di Jatisampurna
Di Balik Kekurangan: Cermin Sistemik dari Jawa Barat
Kata kunci: SDM kesehatan Jawa Barat, kekurangan dokter, permenkes 43 tahun 2019, pelayanan publik bekasi, pembangunan puskesmas.
Masalah di Jatisampurna hanyalah potongan kecil dari mozaik besar: Jawa Barat masih kekurangan ratusan tenaga medis di tingkat dasar pelayanan.
Data yang Menyuarakan Fakta
Data Kementerian Kesehatan menunjuk- kan hanya 45,57% puskesmas di Jawa Barat memiliki tenaga medis lengkap.
Kekurangan mencapai puluhan dokter umum dan ratusan bidan.
Sebuah defisit yang membuat layanan kesehatan di pinggiran kota berjalan pincang.
Standar yang Terlupakan
Permenkes Nomor 43 Tahun 2019 menetapkan satu puskesmas idealnya memiliki dua dokter, satu dokter gigi, lima perawat, empat bidan, dan satu tenaga promosi kesehatan.
Tanpa formasi lengkap, pelayanan hanya bisa setengah hidup — seperti jantung yang berdetak tanpa darah.
Bekasi yang Tumbuh, Tapi Tak Seragam
Pertumbuhan fisik Bekasi luar biasa cepat — jalan baru, perumahan megah, gedung menjulang — tapi sinkronisasi SDM belum menyusul.
Pola lama “bangun dulu, isi belakangan” kembali menghantui kebijakan daerah.
Puskesmas Jatisampurna menjadi contoh bagaimana pembangunan bisa berhenti di tengah napas.
Di balik data dan regulasi, ada nurani yang menunggu untuk dilayani.
Kesehatan tak hanya soal formasi, tapi juga niat hadir sepenuh hati di tengah masyarakat.
➡️ Lanjut ke halaman 3:
Janji pemerintah, harapan warga, dan filosofi jiwa pelayanan.

