Gedung yang Bernafas Pelan: Dua Puskesmas yang Menunggu Kehidupan di Jatisampurna
Antara Janji, Harapan, dan Jiwa Pelayanan
Pemerintah telah menargetkan dua puskesmas di Jatisampurna beroperasi penuh akhir November 2025, namun bagi warga, waktu bukan lagi soal tanggal — melainkan tentang kepastian.
Janji yang Menunggu Bukti
Penjabat Wali Kota Bekasi berjanji mempercepat rekrutmen tenaga kesehatan.
Tapi janji tinggal janji bila tak diikuti tindakan cepat.
Di mata warga, kata “segera” sudah kehilangan makna setelah bertahun-tahun menunggu layanan yang tak kunjung hidup.
Filsafat di Balik Pembangunan
“Raga tanpa jiwa hanyalah wadah kosong,” begitu pepatah Jawa.
Begitu pula puskesmas tanpa dokter dan perawat: berdiri megah tapi tak bernyawa.
Pembangunan sejati bukan sekadar proyek beton, tapi juga pembangunan manusia yang siap melayani sesama.
Harapan yang Tak Pernah Padam
Warga Jatisampurna menyalakan lilin kecil harapan: suatu pagi, suara perawat, tangis bayi, dan langkah dokter akan menggema di ruang yang kini sunyi.
Saat itu tiba, gedung tak lagi sekadar bangunan — melainkan sebuah simbol kehidupan yang akhirnya bernafas.
Jika dua puskesmas ini benar-benar hidup, semoga mereka bukan hanya tempat berobat, tapi ruang bagi kemanusiaan bertukar napas—dan bagi negara untuk kembali menyapa warganya dengan kasih.

