Halal Bihalal DPD Partai Gerakan Rakyat Purwakarta, Serukan Perubahan dan Tolak Politik Uang
Jingga News, Purwakarta, 5 April 2026 — Suasana hangat penuh kebersamaan terasa dalam kegiatan Halal Bihalal yang digelar Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Purwakarta, Minggu (5/4/2026), di Hotel Intan Purwakarta. Acara ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus peneguhan arah perjuangan politik partai ke depan.
Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Purwakarta, Azhar Aung, dalam sambutannya menyoroti kondisi sosial-ekonomi masyarakat yang dinilai masih memprihatinkan. Ia menyebut kemiskinan telah berdampak pada menurunnya partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.
“Indonesia seolah tidak punya apa-apa jika kemiskinan terus dibiarkan. Ini bukan hanya soal ekonomi, tapi juga menyangkut partisipasi rakyat dalam menentukan arah bangsa,” ujarnya.
Azhar juga menegaskan pentingnya menghadirkan figur pemimpin yang mampu menjadi simbol perubahan. Dalam kesempatan tersebut, ia menyebut nama Anies Baswedan sebagai salah satu ikon perubahan yang dinilai mampu menjawab harapan masyarakat.
Lebih lanjut, ia menegaskan komitmen Partai Gerakan Rakyat untuk tetap konsisten memperjuangkan politik yang bersih dengan menolak praktik politik uang dan politik sembako yang dinilai merusak kualitas demokrasi.
“Gerakan Rakyat akan terus bergerak bersama rakyat, maju bersama rakyat, dan kuat bersama rakyat,” tegasnya.
Lebih lanjut, Azhar Aung menegaskan bahwa Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Purwakarta telah siap mengikuti kontestasi pemilu. Kesiapan tersebut ditandai dengan telah terbentuknya kepengurusan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di seluruh kecamatan.
Selain itu, ia juga menyampaikan keprihatinannya terhadap sikap pemerintah Indonesia yang dinilai kurang tegas dalam merespons korban dari unsur TNI di Gaza.
Dalam sesi berikutnya, tokoh masyarakat, drg. Dedi Ahdiyan, memberikan pandangannya terkait peran partai politik. Ia menegaskan bahwa tujuan utama partai politik adalah untuk mensejahterakan rakyat, namun realitas yang terjadi saat ini justru sebaliknya.
“Partai politik seharusnya menjadi alat perjuangan rakyat. Tapi yang terjadi hari ini, rakyat justru semakin dimiskinkan,” ungkapnya.
Ia juga menyoroti perlunya perubahan pola pikir masyarakat terhadap pragmatisme politik. Menurutnya, perjuangan tersebut tidak instan dan membutuhkan proses panjang, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Budi Utomo dalam membangun kesadaran kebangsaan.
Ia turut menyinggung rendahnya kepedulian umat Islam terhadap dinamika politik di tingkat lokal dan daerah. Ia mengingatkan bahwa kondisi tersebut dapat berdampak pada minimnya representasi umat dalam kepemimpinan politik.
Sementara itu, tausiah yang disampaikan oleh Ustaz Abu Hilal, S.Pd.I menekankan pentingnya memilih pemimpin yang baik sebagai cerminan nilai-nilai yang dianut masyarakat.
“Seseorang akan bersama dengan yang dicintainya. Maka jika pemimpin yang dipilih adalah orang-orang baik, insya Allah orang-orang baik pula yang akan berkumpul dan berjuang bersama,” tuturnya.
Acara kemudian ditutup dengan doa bersama, dilanjutkan dengan saling bersalaman dan ramah tamah antar pengurus. Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah pengurus DPD dari daerah lain, di antaranya Ketua DPD Kabupaten Bekasi, serta Ketua DPD Partai Gerakan Rakyat Kabupaten Karawang.
Momentum Halal Bihalal ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga ruang refleksi dan konsolidasi untuk memperkuat langkah politik ke depan, dengan harapan mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakat.
Ghhh





