Hujan Disertai Angin Kencang Hantam Setu: Langit Retak, Jalan Menggigil, Warga Berteduh di Bawah Cahaya Minimarket
Jingga News, Bekasi, (15/11/2025) — Langit Setu sore itu seperti kehilangan penahan. Awan yang sejak siang menggantung gelap akhirnya pecah, melepaskan hujan deras yang diseret angin kencang pada Sabtu (15/11/2025) sekitar pukul 17.00 WIB.
Dalam hitungan detik, suasana berubah: debu jadi kabut, jalan jadi kaca, dan warga yang sedang melintas berlarian mencari tempat aman.
Warga Berdesakan Berteduh di Gerai Minimarket
Di sebuah minimarket di Jatirasa, puluhan orang berhimpitan di teras sempitnya.
Suara pintu otomatis bercampur dengan napas tergesa mereka yang mendadak terjebak cuaca ekstrem.
Seorang pengemudi ojek online menyebut bahwa lokasi tersebut merupakan Desa Jatirasa, Kecamatan Setu—satu titik yang sore itu seperti dipilih badai untuk dihantam.
Tim Jingga News Menyaksikan Derasnya Hujan dari Dekat
Tim JinggaNews.com yang sedang dalam perjalanan pulang usai pertemuan di Mabes Jingga News Jatimulya ikut merasakan tajamnya angin.
Hanya beberapa menit setelah langit meredup, hujan turun seperti tirai besi, memaksa kendaraan menepi.
Azan Magrib dan Redanya Langit
Di tengah riuhnya hujan, azan magrib terdengar dari kejauhan. Suara itu merambat lembut menembus badai, dan tak lama setelah azan usai, intensitas hujan mulai melemah. Langit seolah menutup kembali pintu amarahnya.
Jalan Tergenang dan Perjalanan Berisiko
Perjalanan dilanjutkan perlahan. Jalan berubah menjadi kolam dangkal berisi genangan setinggi 15–20 sentimeter.
Lampu kendaraan memantul di air, memperlihatkan ranting, serpihan, dan jejak badai yang baru lewat.
Pohon Tumbang dan Mobil Terperosok
Menuju Cibarusah, terlihat pohon tumbang melintang di badan jalan. Tak jauh dari sana, sebuah mobil terperosok ke dalam got, diduga akibat jalan licin.
Beruntung arus lalu lintas sedang lengang sehingga tidak menimbulkan kemacetan.
Kontras: Cibarusah Tetap Kering
Sesampainya di Cibarusah, suasana berubah drastis.
Jalanan kering, daun tenang, dan udara bersih. Tak ada tanda-tanda hujan baru saja terjadi. Badai seolah memilih Setu sebagai titik amukannya.
Pulang Basah dan Doa Syukur
Dengan mantel hujan masih meneteskan sisa badai, tim akhirnya tiba di rumah. “Alhamdulillah, hujan bisa turun deras di satu tempat dan sama sekali tak menyentuh tempat lain. Allah Maha Kuasa,” ujar salah satu anggota tim dengan nada syukur.
Belum Ada Laporan Kerusakan Serius
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan luas atau korban akibat cuaca ekstrem tersebut. Badai sore itu hanya menitipkan peringatan kecil: langit selalu punya cara mendidik manusia untuk tetap rendah hati.

