Ratusan Jamaah Padati Peringatan Isra Mi’raj Majlis Ta’lim Nurul Iman Babelan
Jingga News, Babelan – Ratusan jamaah memadati Majlis Ta’lim Nurul Iman Babelan, Minggu (1/2/2026), dalam rangka memperingati peristiwa Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Sejak pukul 09.00 WIB, jamaah dari berbagai kalangan telah berdatangan dan memenuhi area majelis, baik di dalam ruangan utama maupun hingga ke halaman sekitar.
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini berlangsung khidmat dan penuh antusiasme. Mayoritas jamaah tampak mengenakan busana muslim berwarna putih, menciptakan suasana religius yang kental. Kehadiran ratusan jamaah menjadi bukti tingginya semangat keagamaan masyarakat Babelan dalam mengikuti kegiatan keislaman dan majelis ilmu.
Dipimpin Ketua Majlis Ta’lim Nurul Iman
Ketua Majlis Ta’lim Nurul Iman Babelan, Ustadzah Hj. Eka Yanti, memimpin langsung jalannya kegiatan. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas tingginya partisipasi jamaah dalam peringatan Isra Mi’raj tahun ini. Menurutnya, kehadiran jamaah mencerminkan bahwa semangat menuntut ilmu dan memperkuat iman masih tumbuh kuat di tengah masyarakat.
Ustadzah Hj. Eka Yanti juga menegaskan bahwa Majlis Ta’lim Nurul Iman tidak hanya menjadi tempat pengajian rutin, tetapi juga ruang pembinaan spiritual dan sosial bagi warga sekitar. Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkesinambungan untuk memperkuat ukhuwah islamiyah.
Sambutan Ketua DKM Mushola Nurul Iman
Sambutan berikutnya disampaikan oleh H. Zainuddin, MARS, selaku Ketua DKM Mushola Nurul Iman. Dalam keterangannya, ia menekankan bahwa peringatan Isra Mi’raj memiliki makna mendalam bagi umat Islam, khususnya dalam meneguhkan kewajiban salat sebagai tiang agama.
H. Zainuddin menyampaikan bahwa mushola dan majlis ta’lim harus menjadi pusat kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat. Ia juga mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Isra Mi’raj sebagai sarana introspeksi diri dan peningkatan kualitas ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Tausiyah Inti oleh Ustadz Angling Darma
Memasuki inti acara, tausiyah disampaikan oleh Ustadz Angling Darma. Dalam ceramahnya, ia mengulas peristiwa Isra Mi’raj sebagai perjalanan spiritual Nabi Muhammad SAW yang sarat dengan pelajaran bagi umat Islam.
Ustadz Angling Darma menekankan bahwa Isra Mi’raj bukan sekadar peristiwa sejarah, melainkan pedoman hidup yang relevan sepanjang zaman. Ia mengingatkan jamaah bahwa salat merupakan bentuk “mi’raj” setiap Muslim untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, terutama di tengah berbagai ujian kehidupan.
Pesan Keislaman dari Para Ustadzah
Selain tausiyah utama, kegiatan ini juga diisi dengan penyampaian pesan keislaman oleh Ustadzah Ai Haryati, S.Pd dan Ustadzah Hj. Jamariyah, S.Pd. Keduanya menyoroti peran penting keluarga, khususnya ibu, dalam membentuk akhlak dan karakter generasi penerus.
Dalam penyampaiannya, para ustadzah mengajak jamaah untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan rumah tangga serta menjadikan doa dan pendidikan agama sebagai fondasi utama dalam keluarga. Pesan tersebut mendapat respons positif, terutama dari jamaah perempuan yang hadir.
Doa Bersama dan Suasana Khusyuk
Menjelang akhir acara, jamaah mengikuti doa bersama yang dipimpin oleh penceramah. Suasana majelis menjadi sangat khusyuk ketika seluruh jamaah menengadahkan tangan, memanjatkan doa untuk keselamatan, keberkahan, serta ampunan dari Allah SWT.
Sejumlah jamaah tampak terharu dan meneteskan air mata saat doa dipanjatkan. Momen ini menjadi penutup yang mendalam bagi rangkaian peringatan Isra Mi’raj di Majlis Ta’lim Nurul Iman Babelan.
Memperkuat Iman dan Kebersamaan Warga Babelan
Kegiatan peringatan Isra Mi’raj ini berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Jamaah meninggalkan lokasi dengan tertib dan penuh ketenangan. Bagi masyarakat Babelan, kegiatan ini tidak hanya menjadi peringatan hari besar Islam, tetapi juga sarana mempererat silaturahmi dan memperkuat keimanan bersama.
Majlis Ta’lim Nurul Iman diharapkan terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang aktif dan bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, nilai-nilai spiritual, kebersamaan, dan keteladanan Rasulullah SAW diharapkan dapat terus tumbuh dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari warga Babelan.


