Asap Limbah di Tengah Malam: Antara Musibah dan Dugaan yang Membara?
Karawang, 24 Oktober 2025, JinggaNews — Pukul 22.00 WIB, Kamis malam, 23 Oktober 2025.
Langit Rengasdengklok berubah warna.
Merah menyala memantul dari kawasan industri. Asap tebal membubung dari pabrik limbah B3.
PT Dame Alam Sejahtera terbakar tiba-tiba. Warga keluar rumah, sebagian berjaga, sebagian berdoa.
Bau kimia menyengat, menusuk hingga radius ratusan meter.
Anak-anak digendong menjauh dari pagar. Kamera ponsel merekam, mata merekam lebih dalam.
Dinas Pemadam Kebakaran Karawang mengabarkan lewat media sosial.
“Masih proses pemadaman,” tulis mereka dini hari.
Enam unit mobil pemadam dikerahkan.
Petugas berpacu dengan waktu dan suhu yang terus naik.
Tantangan bukan hanya api yang menjilat bangunan. Tapi juga bahan kimia yang bisa bereaksi kapan saja.
Ledakan kecil terdengar dari dalam pabrik. Petugas mensterilkan area, mencegah dampak lebih luas.
Limbah yang Terbakar, Jejak yang Menghilang
Pabrik itu mengelola limbah B3—bahan berbahaya dan beracun. Jenis limbah yang harus ditangani dengan ketat.
Jika terbakar, ia bisa mencemari udara, air, dan tanah. Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan.
Namun malam itu menyisakan tanya yang lebih dalam. Mengapa api muncul tiba-tiba, tanpa peringatan? Mengapa terjadi saat aktivitas pabrik sudah berhenti? Apakah ini sekadar musibah, atau ada maksud lain?
Beberapa warga menyebut kejanggalan.
“Seperti ada yang ingin dihilangkan,” kata seorang bapak.
“Limbahnya banyak, mungkin dibakar agar tak tersisa.”
Suara-suara itu pelan, tapi tak bisa diabaikan.
Hingga berita ini ditulis, penyebab kebakaran belum dipastikan.
Tim gabungan dari Damkar dan kepolisian masih berjaga.
Mereka menyisir sisa bangunan, mencari titik api dan jejak. Namun jejak limbah yang terbakar sulit dikenali.
Karawang Menahan Napas
Karawang malam itu seperti menahan napas. Antara harapan api segera padam. Dan kekhawatiran akan dampak jangka panjang.
Warga menunggu, dengan cemas yang tak bisa disembunyikan.
Di jalanan, beberapa membantu mengatur lalu lintas. Agar mobil pemadam bisa keluar-masuk dengan leluasa.
Sementara yang lain memilih diam, memandang langit yang masih merah.
Malam itu, Karawang tak hanya terbakar oleh api. Ia terbakar oleh pertanyaan yang belum terjawab.
Demikian dilaporkan dari team jingganews dari lapangan
Tinggalkan Balasan
2 Komentar
-
parchad78@gmail.com
Hello,
Many new businesses rush to get the cheapest website possible — and that’s perfectly fine.
There are plenty of templates out there for that.
But if you see your website as the foundation of your brand — something unique, professional, and built to grow with your business — then my approach may be a better fit.
My pricing is flexible, but the quality is never compromised. I don’t just build websites — I build digital assets that create real impact.
If that vision resonates with you, I’d love to discuss your project.
Best regards,
Deepak Parcha
-
parchad78@gmail.comHi, thank you so much for your attention. We are currently just starting out and still in the development phase with some existing limitations. Because of this, we have decided to focus first on learning and self-development. We truly value the possibility of collaboration in the future and hope that one day we will have the chance to work together. Thank you again for your attention.

