Jalur Cikarang–Cibarusah: Ritme Waktu di Tengah Lalu Lintas Bekasi

Jingga News, Bekasi, 24 Oktober 2025 – Kemacetan Cikarang Cibarusah menjadi kisah panjang di antara denyut harian pekerja industri.

Jalur Cikarang–Cibarusah bukan sekadar lintasan, melainkan urat nadi ekonomi Bekasi.

Setiap sore, terutama Jumat malam, jalan ini menjelma menjadi arus yang tak henti.

Tanggal 24 Oktober 2025 menjadi satu dari sekian senja yang penuh gerak.

Lalu lintas Bekasi di jalur ini sering padat pada pukul 18.00 hingga 20.00.

Ribuan kendaraan bergerak pelan menuju rumah-rumah di Cibarusah dan sekitarnya.

Lampu-lampu kendaraan berbaris, memantulkan cahaya jingga di atas aspal yang hangat.

Suasana itu menjadi simbol kerja keras dan kesabaran tanpa batas.

Aktivitas pasar dan pertokoan turut memberi warna pada kemacetan Cikarang Cibarusah.

Kendaraan keluar-masuk perumahan memperlambat arus, namun tetap teratur.

Lebar jalan di beberapa titik menyempit, tetapi semangat pengendara tetap luas.

Mereka membawa harapan, bukan sekadar pulang dari pekerjaan.

“Macet hampir setiap hari,” ujar Pak Yanto, sopir bus jemputan karyawan.

Ia bercerita dengan nada sabar, wajahnya tersenyum di balik lelah.

Bahan bakar yang dulu cukup untuk lima hari, kini habis dalam tiga.

Namun ia tetap berangkat, mengantar para pekerja pulang dengan selamat.

Perjalanan dari Jababeka menuju Cibarusah kini memakan waktu lebih lama.

Normalnya 45 menit, kini bisa menjadi satu setengah hingga dua jam.

Karyawan pun berangkat sejak pukul lima pagi demi tiba tepat waktu.

Mereka berpacu dengan matahari, menyusuri ritme kerja yang tak pernah henti.

Kemacetan Cikarang Cibarusah bukan sekadar hambatan.

Ia adalah cermin pertumbuhan dan tanda kehidupan yang terus berdenyut.

Lalu lintas Bekasi memperlihatkan betapa kuatnya semangat warganya.

Di tengah padatnya jalan, mereka tetap menjaga harapan agar terus mengalir.

Jalur Cikarang–Cibarusah adalah kisah manusia yang berjuang.

Tentang waktu yang berlari, mesin yang berdentum, dan hati yang tak menyerah.

Di antara kepadatan lalu lintas Bekasi, ada keteguhan yang selalu hidup.

Sebuah perjalanan panjang menuju pulang, di bawah langit jingga Bekasi.

Muzfikri Ujank
Reporter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *