Ledakan Masjid SMA 72 Jakarta: Kronologi, Tersangka, dan Respon Nasional
Dentuman di Tengah Doa: Kronologi dan Luka Kolektif
Empati, kepedulian, ketakutan, siraman doa, jeritan remaja, debu, dan harapan yang tergenggam.
Jakarta, Jingga News, (09/11/2025) —
Jumat siang, 7 November 2025. Langit Kelapa Gading terasa teduh, hingga gema takbir tiba-tiba pecah disusul suara ledakan kecil di dalam Masjid SMA Negeri 72 Jakarta.
Dua kali dentuman mengguncang udara — sekejap sunyi, lalu kepanikan menelan doa.
Saksi menyebut, jamaah berhamburan ke luar ruang salat, sebagian tersandung, sebagian terpana oleh asap tipis yang menguar dari sisi mihrab.
Polisi datang beberapa menit kemudian, menutup area sekolah, membawa para korban luka ke rumah sakit terdekat.
Menurut laporan Reuters, 54 orang terluka dalam insiden tersebut — kebanyakan siswa dan guru yang tengah menunaikan salat Jumat.
Namun versi SCMP menyebut angka bisa mencapai hampir seratus.
Belum ada korban jiwa yang dikonfirmasi, tapi luka sosial yang ditinggalkan jauh lebih dalam dari sekadar memar dan darah.
Dari pantauan lapangan, pecahan kaca masih berkilat di lantai masjid, sepatu berserakan di selasar, dan kitab suci tergeletak terbuka — ayat yang belum sempat ditutup.
Polisi kini menyelidiki asal bahan peledak yang diduga berasal dari serbuk kimia rakitan.
Lokasi kejadian dipasangi garis polisi, sementara penyidik forensik mengumpulkan potongan logam dan residu serbuk putih untuk diuji laboratorium.
💡 Ikuti terus update berita ini, like dan share agar temanmu tetap terinformasi.
Selanjutnya: Menelusuri tersangka remaja dan barang bukti yang ditemukan polisi.

