Ledakan Masjid SMA 72 Jakarta: Kronologi, Tersangka, dan Respon Nasional

Remaja, Serbuk, dan Senjata Mainan: Potret Tersangka

Rasa ingin tahu, kesepian digital, eksperimen bahan peledak, catatan ekstrem, pesan tersirat, kegelapan dan cahaya.

Dari balik garis polisi di Kelapa Gading, penyidik menapaki jejak yang tak kalah mengejutkan dari ledakan itu sendiri.

Seorang remaja 17 tahun, siswa di sekolah yang sama, kini menjadi tersangka utama.

Di rumahnya, polisi menemukan serbuk putih yang diduga bahan peledak buatan, beberapa senjata mainan bertulisan slogan kebencian, dan catatan tangan berisi kalimat ekstrem.

Temuan itu dikonfirmasi oleh Associated Press (AP) dan Reuters, yang menyebut aparat sedang menelusuri “keterkaitan tersangka dengan kelompok kebencian global” dan aktivitas daring bertema supremasi kulit putih.

Beberapa laporan menyebut tersangka dikenal pendiam, cerdas di bidang sains, namun jarang berinteraksi dengan teman sekelasnya.

Dalam catatan digitalnya — kini diamankan oleh penyidik — ada jejak tautan forum luar negeri yang kerap menyinggung “eksperimen bahan kimia” dan “ujian keberanian diri”.

Para psikolog sekolah mulai bicara: bisa jadi, peristiwa ini bukan hanya tentang bom, tapi tentang “pencarian makna dalam ruang digital yang sunyi”.

Remaja, di tengah derasnya arus informasi, bisa terombang-ambing antara rasa ingin tahu dan kekosongan sosial.

💡 Bagikan artikel ini agar masyarakat lebih waspada, dan jangan lupa komentar pendapatmu.

Selanjutnya: Bagaimana pemerintah dan masyarakat merespons tragedi ini secara nasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *