Ledakan Masjid SMA 72 Jakarta: Kronologi, Tersangka, dan Respon Nasional
Respon Nasional: Antara Duka dan Kewaspadaan
Belasungkawa, evaluasi keamanan, empati, forum refleksi, pendidikan digital, kewaspadaan, dan kesadaran publik.
Ledakan di Masjid SMA 72 mengguncang lebih dari sekadar tembok ibadah. Ia menembus hati publik yang lelah oleh kabar kekerasan dari ruang yang seharusnya aman — sekolah.
Presiden Prabowo Subianto menyampaikan ucapan belasungkawa mendalam dan memerintahkan Kapolri serta Menteri Pendidikan melakukan evaluasi keamanan di seluruh satuan pendidikan. “Negara tidak boleh kalah dari ketakutan,” ujarnya singkat di Istana Bogor.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan surat edaran darurat tentang peningkatan sistem keamanan sekolah dan pendampingan psikososial bagi siswa dan guru.
Langkah ini mendapat apresiasi dari UNICEF Indonesia, yang menilai pentingnya “respon empatik, bukan hanya represif”.
Di parlemen, anggota DPR menyerukan audit kurikulum digital dan edukasi daring, karena ruang maya yang tak terawasi bisa menjadi laboratorium ideologis bagi remaja. CNN International mencatat fenomena serupa di beberapa negara lain.
💡 Subscribe untuk mendapatkan update berita terbaru langsung di inbox kamu.
Selanjutnya: Refleksi puitis tentang luka, harapan, dan dunia remaja.

