Normalisasi Irigasi Cibarusah, Upaya Bekasi Atasi Banjir dan Kekeringan
Bekasi, Jingga News, 29 Oktober 2029 — Air kembali mengalir ke sawah-sawah Cibarusah.
Di bawah terik matahari Oktober, suara alat berat berpadu dengan desir angin sawah — tanda kehidupan sedang ditata ulang di tepi irigasi lama.
Proyek ini merupakan bagian lanjutan dari program normalisasi irigasi yang bermula dari wilayah Jonggol, Kabupaten Bogor, kini merambat hingga Cibarusah, Bekasi bagian selatan.
Tim JinggaNews.com meninjau langsung lokasi proyek pada Rabu (29/10/2029) siang.
Di lapangan, tampak para pekerja bahu-membahu bersama aparat TNI yang turut mengawasi jalannya kegiatan.
Salah satunya, Bp. Rahmat, anggota TNI yang ditemui tim di lokasi, menjelaskan bahwa proyek tersebut merupakan bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Jawa Barat dalam menanggulangi banjir dan mengembalikan fungsi sungai di berbagai daerah.
“Seluruh dana dan pelaksana proyek ditanggung oleh pemerintah melalui kabupaten masing-masing di Jawa Barat,” ujar Rahmat.
Anggaran dan Skema Pembiayaan
Kepala Bidang Sumber Daya Air Kabupaten Bekasi menyebutkan, total anggaran bidang Sumber Daya Air tahun 2025 mencapai sekitar Rp300 miliar, mencakup lebih dari 120 kegiatan di seluruh wilayah Bekasi.
Dana itu tak hanya dialokasikan untuk normalisasi sungai, tetapi juga pembangunan bendungan dan infrastruktur pengairan lainnya.
Sebagai perbandingan:
- 2024: Pemerintah Kabupaten Bekasi mengucurkan Rp40 miliar untuk normalisasi saluran air.
- 2021: Sekitar Rp25,4 miliar digelontorkan guna menormalisasi 44 sungai di wilayah Bekasi.
Meski demikian, rincian alokasi khusus untuk proyek di Cibarusah belum tercantum dalam data publik.
Informasi lebih lanjut diperkirakan dapat diakses melalui dokumen resmi Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan Bina Konstruksi (SDABMBK) Kabupaten Bekasi.
Besarnya kucuran dana ini menunjukkan keseriusan pemerintah dalam menata ulang sistem air di Bekasi — wilayah yang saban tahun dihadapkan pada dua wajah ekstrem: banjir dan kekeringan.
Dampak Positif bagi Masyarakat
Proyek normalisasi yang berjalan bertahap ini telah membawa dampak nyata bagi masyarakat, terutama kalangan petani.
Aliran air yang kembali lancar membuat sawah kembali produktif, sementara risiko banjir musiman mulai menurun di sejumlah titik rawan.
Kolaborasi antara pemerintah provinsi, kabupaten, dan instansi terkait menjadi kunci keberhasilan proyek yang diharapkan mampu menciptakan sistem pengairan yang lebih berkelanjutan di wilayah selatan Bekasi.
Dan jika air adalah urat nadi kehidupan, maka normalisasi ini adalah upaya memulihkan denyutnya — agar Bekasi tak lagi tercekik di antara genangan dan kekeringan.

