Proyek Normalisasi Irigasi Jonggol–Cibarusah Capai Tahap Pemasangan Batu Dinding

Jingga New, (06/11/2025) — Proyek normalisasi irigasi di Jonggol dan Cibarusah, bagian dari pembangunan saluran irigasi Jawa Barat, kini memasuki tahap pemasangan batu dinding.

Proyek irigasi ini diharapkan meningkatkan pengairan pertanian sekaligus memperindah lingkungan di perbatasan Bogor–Bekasi.

Proyek normalisasi saluran irigasi yang membentang dari Kecamatan Jonggol hingga Cibarusah dan Serang Baru kini memasuki tahap pemasangan batu pada dinding irigasi.

Proyek ini merupakan bagian dari program Pemerintah Provinsi Jawa Barat, yang didanai melalui APBD Provinsi Jawa Barat.

Pengerjaan proyek ini melibatkan tim teknisi, pekerja lokal, dan pengawas lapangan yang memastikan setiap batu tersusun rapi dan kokoh.

Saluran irigasi yang awalnya rawan erosi kini mulai menampakkan bentuknya yang rapi, seolah bersiap menampung aliran air yang deras namun terkontrol.

Menahan Erosi, Mempercantik Irigasi

Pengawas lapangan yang tidak mau disebutkan namanya, yang ditemui di lokasi menjelaskan, bahwa, pemasangan batu pada dinding irigasi bertujuan memperkuat struktur, sekaligus mencegah erosi.

Tak hanya fungsional, estetika saluran pun menjadi perhatian.

Selain berfungsi menahan erosi, dinding batu ini juga menambah nilai estetika. Kalau airnya bersih dan deras, irigasi ini akan terlihat cantik, bahkan nyaman dipandang,” ujarnya.

Selain menjaga pertanian, proyek ini juga diharapkan menjadi pemandangan  indah bagi warga sekitar.

Anak-anak bisa bermain di pinggir saluran tanpa khawatir, sementara orang dewasa dapat menikmati pemandangan aliran air yang jernih dan tenang.

Proyek Lanjutan dari Wilayah Jonggol

Pengerjaan di Kecamatan Cibarusah merupakan kelanjutan dari proyek sebelumnya di Jonggol, Kabupaten Bogor.

Irigasi ini menjadi jalur vital bagi sistem pengairan pertanian di perbatasan Bogor–Bekasi.

Proyek ini memang lanjutan dari yang di Jonggol. Diharapkan nanti bisa tersambung hingga ke Serang Baru,” tambah pengawas.

Dengan saluran yang menyambung, irigasi ini tidak hanya menunjang pertanian tapi juga menjadi simbol kesinambungan proses pembangunan, menghubungkan desa-desa di wilayah perbatasan dengan aliran kehidupan yang lebih stabil.

Anggaran Capai Sekitar Rp30 Miliar

Meskipun pengawas tidak memiliki rincian pasti, nilai proyek diperkirakan sekitar Rp30 miliar.

Saya tidak tahu pasti, tapi informasinya sekitar tiga puluh miliar rupiah,” katanya.

Investasi ini dinilai sepadan dengan manfaat jangka panjang, mulai dari peningkatan hasil pertanian hingga keindahan lingkungan yang memikat mata.

Harapan Warga: Selesai Tepat Waktu

Masyarakat sekitar berharap proyek normalisasi irigasi ini berjalan lancar dan selesai tepat waktu. Irigasi yang kuat dan tertata diharapkan mendukung pertanian sekaligus memperindah lingkungan sekitar.

Semoga pembangunan ini bisa bermanfaat untuk masyarakat, bahkan sampai anak cucu nanti,” harap warga.

Di senja hari, saat matahari mulai merunduk di balik bukit, aliran air di irigasi memantulkan cahaya keemasan, seperti menari lembut di antara batu-batu yang baru tersusun.

Rasanya, alam dan manusia sedang berbisik lembut, seakan berkata: “Kita sedang menata dunia, bukan hanya untuk hari ini, tapi untuk masa depan yang akan selalu kita cintai.”

IMG 20251106 WA0022

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *