Puting Beliung Hancurkan Perumahan Topaz 3 Baubau, Lima Rumah Rusak

Jingga News, Baubau (3/12/2025) —  Angin puting beliung Baubau menerjang Perumahan Topaz 3 pada Rabu (3/12/2025), menyebabkan lima rumah rusak akibat terjangan angin kencang Sulawesi Tenggara, sementara BMKG peringatan cuaca ekstrem telah dikeluarkan sebagai tanda kewaspadaan bagi masyarakat.

Angin puting beliung menghantam kawasan Perumahan Topaz 3 di Jalan Dayanu Ikhsanudin, Kelurahan Lipu, Kecamatan Betoambari, Kota Baubau, Rabu (3/12/2025) sekitar pukul 06.30 WITA. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur sejak dini hari, dan dalam hitungan menit sejumlah rumah warga rusak.

Kronologi kejadian

Sejak dini hari, hujan deras turun tanpa henti di wilayah Baubau. Warga mengira kondisi tersebut hanya akan berlangsung seperti biasanya.

Namun sekitar pukul 06.30 WITA, angin berputar kencang datang tiba-tiba. Puting beliung berlangsung singkat, tetapi cukup kuat untuk merobohkan atap dan merusak dinding rumah warga. Suasana yang semula tenang berubah menjadi kepanikan.

Kesaksian warga

Jumiati Sri, salah seorang penghuni Topaz 3, menuturkan bahwa hujan deras tiba-tiba disertai angin kencang.

Awalnya hanya hujan, lalu tiba-tiba ada angin puting beliung, sebentar saja tapi cukup menghancurkan,” ujarnya.

Kesaksian Jumiati Sri ini dikutip dari laporan media lokal yang meliput langsung peristiwa di lokasi.

Warga berlarian menyelamatkan diri, mengevakuasi barang-barang seadanya, dan saling membantu membersihkan puing setelah angin reda. Meski kejadian berlangsung singkat, dampaknya terasa panjang.

Dampak dan kerugian

Data awal menyebutkan lima unit rumah rusak, terutama bagian atap dan kanopi yang beterbangan. Kerugian material ditaksir mencapai puluhan juta rupiah, meski angka pastinya masih dalam pendataan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Warga berharap pemerintah daerah segera memberikan bantuan untuk meringankan beban mereka.

Tanggapan pemerintah

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Baubau, Muh Massad, memastikan tim Damkar segera turun ke lokasi begitu menerima laporan.

Damkar sudah di lokasi,” ujarnya saat dikonfirmasi JinggaNews.com.

Kehadiran tim Damkar memberi rasa aman bagi warga, meski proses verifikasi kerugian dan dampak lebih lanjut masih berlangsung.

Kondisi cuaca

Hingga siang hari, hujan deras disertai angin kencang masih melanda sejumlah titik di Baubau.

Kondisi cuaca yang belum stabil membuat warga tetap waspada.

BMKG Sulawesi Tenggara sebelumnya telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem, termasuk potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Baubau.

Peringatan ini menjadi pengingat bahwa kawasan pesisir seperti Baubau rentan terhadap fenomena alam yang datang tiba-tiba.

Konteks geografis

Perumahan Topaz 3 berjarak sekitar 5,8 kilometer dari Markas Damkar Kota Baubau, dengan waktu tempuh kurang lebih 12 menit menggunakan motor atau mobil.

Jarak yang relatif dekat ini memungkinkan tim Damkar bergerak cepat, meski angin sudah lebih dulu merobohkan rumah warga.

Peristiwa puting beliung di Topaz 3 menjadi catatan penting bagi segenap warga Baubau tentang pentingnya kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem.

Meski tidak ada korban jiwa, kerugian material cukup besar dan meninggalkan trauma bagi warga yang rumahnya rusak.

Pemerintah daerah diharapkan segera menyalurkan bantuan, sementara warga terus berdoa agar hujan reda dan angin berhenti.

Meski angin telah merobohkan dinding dan hujan masih membasahi jalan, cinta warga pada rumah dan kotanya tak pernah runtuh; di antara puing dan genangan, mereka menemukan pelukan harapan, bahwa setiap luka akan sembuh, dan setiap atap yang hilang akan diganti oleh langit yang kembali biru.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *