Jingga News, Bojongmangu, Kabupaten Bekasi (12/11/2025)— Cuaca ekstrem kembali melanda wilayah Kabupaten Bekasi.
Angin puting beliung menerjang kawasan Bukit Hyundai, Kecamatan Bojongmangu, pada Selasa (11/11) sore, menyebabkan kerusakan cukup parah di sejumlah permukiman warga.
Detik-Detik Angin Menerjang
Menurut keterangan warga, peristiwa terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Angin kencang datang tiba-tiba bersamaan dengan hujan deras, memporak-porandakan beberapa rumah di sekitar kawasan industri Bukit Hyundai.
“Anginnya datang muter cepat, suara gemuruhnya besar banget. Genteng rumah pada beterbangan, bahkan ada yang temboknya roboh,” ungkap Sulaeman (45), warga Bojongmangu yang rumahnya terdampak.
Tim BPBD Bergerak Cepat
Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi langsung bergerak ke lokasi sesaat setelah menerima laporan warga.
Tim gabungan dari BPBD, TNI, Polri, dan perangkat desa setempat membantu proses evakuasi serta mendata kerusakan.
“Kami sudah menurunkan tim untuk asesmen cepat. Sejauh ini tidak ada laporan korban jiwa, namun beberapa rumah mengalami rusak berat dan sedang.
Kami juga menyiapkan bantuan logistik bagi warga yang terdampak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bekasi, (nama pejabat disesuaikan), saat dikonfirmasi.
Selain merusak rumah warga, angin puting beliung juga menyebabkan sejumlah pohon tumbang dan menimpa jaringan listrik di beberapa titik.
Akibatnya, pasokan listrik sempat terputus di sebagian wilayah Bojongmangu hingga malam hari.
Imbauan Waspada dan Pemulihan
BPBD mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, mengingat intensitas hujan yang tinggi di wilayah Bekasi dan sekitarnya.
“Kami minta masyarakat segera mencari tempat aman bila terjadi hujan deras disertai angin kencang. Laporkan segera jika ada kerusakan atau korban agar bisa ditangani cepat,” tambah pejabat BPBD tersebut.
Dan setelah angin reda, yang tersisa bukan hanya genteng yang berserak, tapi juga keteguhan hati warga yang tak pernah tumbang.
Di balik langit mendung Bojongmangu, harapan tetap berpendar—seperti pelita kecil yang menolak padam di antara reruntuhan senja.


