Honor RT/RW di Bekasi Naik, Hibah Rp100 Juta per RW Siap Dicairkan: Pemerintahan Akar Rumput Masuki Babak Baru
Jingga News, (17/11/2025), Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi menaikkan honor RT dan RW secara signifikan dan mengumumkan hibah hingga Rp100 juta per RW—syaratnya: aktivasi inovasi pengelolaan lingkungan di tingkat RW. Pengumuman ini dipublikasikan oleh Pemerintah Kota Bekasi melalui laman resmi bekasikota.go.id dan diperkuat keterangan Inspektorat Kota Bekasi.
Kenaikan Honor: RT Naik Menjadi Rp750 Ribu, RW Menjadi Rp1,25 Juta
Dalam pernyataan resmi yang dimuat di situs Pemerintah Kota Bekasi pada tanggal 2 September 2025, Wali Kota Kota Bekasi menyampaikan bahwa honor Ketua RT yang sebelumnya berada di angka Rp500 ribu akan dinaikkan menjadi Rp750 ribu per bulan. Sementara itu, honor RW yang semula Rp750 ribu akan meningkat menjadi Rp1,25 juta per bulan.
Pemerintah Kota Bekasi menjelaskan kebijakan ini masuk dalam rangka penguatan kelembagaan dan pelayanan publik di tingkat paling bawah, dan telah dimasukkan dalam rencana anggaran daerah (KUA-PPAS) yang menjadi dasar alokasi tahun anggaran 2025.
Di lapangan, sejumlah Ketua RT menyebut lonjakan ini sebagai “napas baru” setelah bertahun-tahun bekerja dengan pendanaan terbatas; para RW berharap kenaikan honor turut meningkatkan kapasitas administrasi dan layanan kepada warga.
Hibah Rp100 Juta per RW: Syarat Ketat dan Fokus Inovasi Lingkungan
Selain kenaikan honor, Pemerintah Kota Bekasi mengumumkan rencana pencairan hibah Rp100 juta per RW.
Namun dana besar itu tidak akan cair otomatis: Inspektorat Kota Bekasi menegaskan hibah hanya diberikan kepada RW yang memenuhi syarat inovasi pengelolaan lingkungan, seperti pemilahan sampah dari rumah, pengelolaan bank sampah aktif, hingga program pengumpulan minyak jelantah.
Konsep ini dipaparkan secara resmi oleh Inspektorat Kota Bekasi yang menyebut adanya verifikasi lapangan sebelum dana dicairkan.
RW yang belum memiliki sistem pengelolaan lingkungan yang jelas bisa saja ditunda pencairannya sampai memenuhi kriteria.
Bagi pemerhati lingkungan, kebijakan hibah berbasis inovasi ini memosisikan RW sebagai aktor perubahan yang memimpin transformasi ekologis di lingkungan permukiman — bukan sekadar struktur administratif.
Respons Publik dan Implikasi Politik Akar Rumput
Respon publik beragam: masyarakat menyambut baik pengakuan material terhadap tugas RT/RW, namun sejumlah pemerhati kebijakan mengingatkan perlunya mekanisme pengawasan yang kuat agar hibah Rp100 juta tidak disalahgunakan.
Media lokal dan kanal resmi pemerintah menyoroti pentingnya transparansi pelaporan dan pertanggungjawaban penggunaan dana.
Di ranah politik, analis lokal memperkirakan kebijakan ini dapat memperkuat peran RT/RW sebagai jaringan sosial-politik.
Struktur RT/RW yang mendapatkan insentif lebih besar berpotensi menjadi aktor berpengaruh dalam mobilisasi politik akar rumput menjelang kontestasi berikutnya.
Perbedaan dengan Kabupaten Bekasi
Penting dicatat: kebijakan kenaikan honor dan hibah ini berlaku untuk Kota Bekasi sebagaimana diumumkan di situs resmi Pemerintah Kota Bekasi dan Inspektorat.
Untuk Kabupaten Bekasi, hingga publikasi ini belum ditemukan Peraturan Bupati atau Perda yang menetapkan kenaikan honor serupa untuk RT/RW; beberapa pemberitaan lokal menyebut wacana kenaikan honor di Kabupaten Bekasi namun belum ada regulasi final yang dipublikasikan.
Catatan Teknis & Rekomendasi
Praktisnya, realisasi honor dan hibah memerlukan verifikasi administratif, mekanisme penyaluran yang transparan, serta audit penggunaan dana.
Pemerintah daerah dianjurkan menyiapkan pedoman operasional pencairan, format pelaporan, dan mekanisme sanksi jika ditemukan penyimpangan.
Partisipasi masyarakat dan jurnalisme lokal juga penting untuk menjaga akuntabilitas di tingkat RW.
Penutup Romantis — Jingga News
Di gang-gang kecil tempat anak berlari dan ibu menjemur pakaian, para Ketua RT dan RW adalah penjaga sunyi kehidupan warga.
Kenaikan honor dan aliran hibah bukan sekadar angka; ia adalah harapan agar tangan-tangan yang melayani itu tetap kuat.
Semoga kebijakan ini tak sekadar menjadi kabar, melainkan cahaya yang memancar sampai ke setiap rumah.

