Saat Jembatan Rumah Buruh EJIP Ditutup, Jalan Pulang Pekerja Tersendat

Oplus_131072

JinggaNews.com | Cikarang
Penutupan Jembatan Rumah Buruh EJIP berdampak langsung pada denyut kehidupan pekerja industri di Cikarang. Saat Jembatan Rumah Buruh EJIP Ditutup, Jalan Pulang Pekerja Tersendat Pada Senin (15/12/2025), ribuan buruh terpaksa terjebak kemacetan panjang setelah jalur utama penghubung Kawasan EJIP dan MM2100 tersebut tidak dapat dilalui seperti biasa.

Bagi para pekerja, jembatan itu bukan sekadar lintasan beton, melainkan jalur vital penghubung antara tempat kerja dan rumah. Ketika akses tersebut ditutup sementara, arus kendaraan dari berbagai arah menumpuk, terutama pada jam masuk dan pulang kerja.

Kemacetan Mengular di Sejumlah Titik

Kemacetan panjang terjadi di sejumlah titik strategis, mulai dari kawasan EJIP menuju MM2100 hingga wilayah Cifest dan Warung Bokok, Cikarang Barat. Kendaraan saling berebut ruang di jalan yang terbatas, sementara waktu terus berjalan, meninggalkan para buruh yang terjebak berjam-jam di atas aspal.

Situasi tersebut tak hanya menguras kesabaran, tetapi juga tenaga para pekerja yang telah seharian beraktivitas di kawasan industri.

Polisi Lakukan Rekayasa Lalu Lintas

Menindaklanjuti kondisi tersebut, Satuan Lalu Lintas Polres Metro Bekasi bersama Polsek Cikarang Selatan dan Polsek Cikarang Barat bergerak cepat melakukan rekayasa lalu lintas di sekitar jembatan.

Salah satu langkah yang diambil yakni membuka Jembatan Rumah Buruh EJIP secara terbatas khusus untuk kendaraan roda dua. Kebijakan ini bertujuan mengurai kepadatan serta membagi arus kendaraan agar tidak terpusat di satu titik kemacetan.

Dipimpin Jajaran Lintas Sektor

Kegiatan pengamanan dan rekayasa lalu lintas tersebut dipimpin langsung oleh jajaran kepolisian lintas sektor. Turut hadir di lokasi AKP Ischak, SH selaku Wakasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKP Erwin Setiawan, S.I.K., M.H selaku Kapolsek Cikarang Selatan, IPTU Yose Kanit Kamsel Satlantas, IPTU Dwi Joko Kanit Lantas Polsek Cikarang Selatan, serta IPTU Hakim Kanit Lantas Polsek Cikarang Barat.

Selain itu, perwakilan pengelola kawasan industri juga hadir, di antaranya Budi selaku Kadiv Project Bekasi Fajar dan H. Topik dari pihak EJIP.

Polisi: Dampaknya Cukup Luar Biasa

Wakasat Lantas Polres Metro Bekasi, AKP Ischak, SH, mengakui bahwa penutupan jembatan berdampak signifikan terhadap kepadatan lalu lintas di wilayah Cikarang.

“Dampaknya cukup luar biasa kepadatannya. Oleh karena itu, kami melakukan rekayasa lalu lintas dengan membuka Jembatan Cikarang khusus kendaraan roda dua agar sirkulasi dari kawasan EJIP maupun MM2100 tetap bisa melintas,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolsek Cikarang Selatan AKP Erwin Setiawan menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk pelayanan kepolisian kepada masyarakat, khususnya para pekerja.

“Kami ingin memastikan para buruh yang setiap hari melintas tetap bisa menggunakan jembatan ini, meskipun dengan pembatasan. Ini bagian dari upaya kami melayani masyarakat,” katanya.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan jalur alternatif jika memungkinkan guna menghindari kepadatan dan menjaga kelancaran lalu lintas.

Di kawasan industri yang nyaris tak pernah benar-benar tidur, kemacetan bukan sekadar persoalan kendaraan. Ia menyangkut waktu, tenaga, dan hak para pekerja untuk tiba di rumah dengan selamat. Saat jembatan ditutup, jalan pulang pun terasa jauh lebih panjang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *