Warkop Agam Cifest: Hangatnya Kopi, Eratnya Silaturahmi
Di tengah riuh pagi Cikarang Selatan, Warkop Agam hadir bukan sekadar tempat ngopi, tapi ruang silaturahmi yang dibangun dengan semangat sedekah dan cita rasa Aceh.
Jingga News, Cikarang Selatan —1 Nov 2025. Jalanan Cifest mulai ramai, tapi udara masih sejuk.
Di salah satu sudut kawasan itu, aroma kopi menyeruak dari sebuah kedai yang sudah dipenuhi pengunjung sejak pukul 06.30. Namanya Warkop Agam.
Tim jingganews.com yang kebetulan melintas, menepi sejenak. Motor diparkir, kamera diangkat. Dari balik meja-meja kayu, terdengar tawa dan obrolan ringan — tanda bahwa tempat ini bukan sekadar kedai, melainkan ruang pertemuan bagi banyak cerita.
Dari Kontraktor ke Pedagang Kopi
Warkop Agam berdiri atas inisiatif Zulfikar, warga yang dulu berprofesi sebagai kontraktor.
Ia memilih beralih menekuni usaha dagang, terinspirasi dari sunnah Rasul.
Menariknya, setiap pembukaan cabang baru selalu diawali dengan sedekah: pengunjung membayar seikhlasnya, dan hasilnya disalurkan untuk kegiatan sosial.
Nilai-nilai semacam ini membuat warkop ini punya napas berbeda — sederhana, tapi sarat makna.
Suasana dan Obrolan
Mengusung nuansa Aceh, Warkop Agam terasa akrab sejak langkah pertama.
Tak ada formalitas; hanya kursi kayu, dan aroma kopi.
Tempat ini sering jadi titik kumpul warga, dari pekerja pabrik hingga komunitas hobi yang mampir sebelum beraktivitas.
Nama “Agam” berasal dari bahasa Aceh, berarti laki-laki.
Tapi jangan salah, suasananya tidak eksklusif — perempuan, keluarga, dan anak muda pun banyak yang datang hanya untuk mencari udara pagi dan cerita hangat.
Cita Rasa dari Utara
Menu yang tersaji sederhana, tapi punya karakter.
Ada Mie Bangladesh dengan racikan bumbu rempah yang kuat, Teh Talua dan Teh Tarik hangat, juga Martabak Telur yang akrab di lidah. Dan tentu saja, Kopi Aceh dengan aromanya yang khas — pahitnya pas, rasanya jujur.
Di Jantung Cifest
Warkop Agam – Cifest (Cikarang Festival) => Desa Sukaresmi, Kecamatan Cikarang Selatan, Kabupaten Bekasi
(±8,1 km dari pusat Cikarang)
Berlokasi di kawasan kuliner yang terus tumbuh, Warkop Agam menjadi salah satu tempat yang menampung denyut pagi Cikarang — tempat orang datang bukan hanya untuk ngopi, tapi untuk sekadar berhenti sebentar dari riuhnya hari.
“Ngopi, silaturahmi, dan sedikit sedekah — mungkin itu cukup untuk membuat hari lebih ringan.”
Tinggalkan Balasan
3 Komentar
-
Bowo Dahlan
Keren kopi agam, tks buat penulis, pas banget harganya untuk segala umur
-
Bowo DahlanSilahkan datang dan selamat menikmati ya pak
-
Phillis
You made some really good points there. I checked on the net for more
info about the issue and found most people will go
along with your views on this web site.Also visit my web blog :: trading platform

