Yakri Poliklinik Salurkan Kursi Roda untuk Anak Penderita Cerebral Palsy di Babelan

Jingga News, Babelan – Yakri Poliklinik bekerja sama dengan Yayasan Afsus Salam Anna menyalurkan kursi roda anak kepada penderita cerebral palsy di Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/1/2026). Bantuan tersebut diberikan kepada tiga anak dari keluarga kurang mampu sebagai upaya meningkatkan mobilitas dan kualitas hidup melalui bantuan kesehatan anak. Program ini dilaksanakan secara kolaboratif sebagai bagian dari komitmen layanan kesehatan yang berkelanjutan.

Yakri Poliklinik bekerja sama dengan Yayasan Afsus Salam Anna menyalurkan bantuan kursi roda kepada tiga anak penderita cerebral palsy di wilayah Babelan, Kabupaten Bekasi, Selasa (6/1/2026). Program ini bertujuan meningkatkan mobilitas, kemandirian, serta kualitas hidup anak-anak berkebutuhan khusus dari keluarga kurang mampu.

Penyerahan bantuan berlangsung di halaman Yakri Poliklinik dan dihadiri oleh pihak manajemen klinik, relawan yayasan, tenaga medis, serta keluarga penerima manfaat. Bantuan tersebut menjadi bagian dari komitmen sosial Yakri Poliklinik dalam mendukung layanan kesehatan yang inklusif dan berkelanjutan di tingkat masyarakat.

Komitmen Sosial Layanan Kesehatan

Pemilik Yakri Poliklinik, H. Zainuddin, Mars, menyampaikan bahwa sektor kesehatan tidak dapat dilepaskan dari tanggung jawab sosial. Menurutnya, keberadaan fasilitas kesehatan harus memberi dampak langsung bagi masyarakat sekitar, terutama kelompok rentan.

Anak-anak dengan keterbatasan fisik tetap memiliki hak yang sama untuk bergerak, belajar, dan bersosialisasi. Bantuan ini bukan hanya soal alat, tetapi tentang memberikan kesempatan hidup yang lebih layak,” ujar Zainuddin.

Ia menegaskan bahwa Yakri Poliklinik berupaya menempatkan nilai kemanusiaan sebagai dasar setiap kegiatan sosial, sejalan dengan peran fasilitas kesehatan yang tidak hanya berorientasi pada layanan medis, tetapi juga pemberdayaan masyarakat.

Kolaborasi dengan Yayasan Afsus Salam Anna

Program bantuan kursi roda ini merupakan hasil kolaborasi Yakri Poliklinik dengan Yayasan Afsus Salam Anna, sebuah lembaga sosial yang fokus pada pendampingan anak-anak berkebutuhan khusus dan keluarga prasejahtera.

Perwakilan yayasan menjelaskan bahwa proses penentuan penerima bantuan dilakukan melalui pendataan lapangan selama kurang lebih tiga bulan. Tim relawan menyambangi rumah-rumah warga di wilayah Babelan untuk memastikan kondisi medis anak, latar belakang ekonomi keluarga, serta kebutuhan alat bantu yang sesuai.

Kami melakukan verifikasi langsung agar bantuan tepat sasaran. Tidak semua anak dengan cerebral palsy memiliki kebutuhan yang sama, sehingga penyesuaian alat menjadi hal penting,” jelas salah satu koordinator lapangan yayasan.

Profil Penerima Bantuan

Tiga anak yang menerima bantuan masing-masing berinisial Rizky (7 tahun), Siti (9 tahun), dan Bima (6 tahun). Ketiganya mengalami cerebral palsy dengan tingkat keterbatasan gerak yang berbeda-beda.

Salah satu penerima, R, selama ini harus digendong oleh ibunya setiap kali berangkat ke sekolah atau menjalani pemeriksaan kesehatan. Ibunya, Yuniarti (32), merupakan pekerja harian yang mengasuh anaknya seorang diri.

Selama ini saya menggendong anak ke mana-mana. Sekarang lebih ringan, dan anak juga lebih nyaman saat keluar rumah,” ujar Yuniarti.

Kondisi serupa juga dialami keluarga penerima lainnya, yang selama ini mengalami kesulitan mobilitas akibat keterbatasan alat bantu dan kondisi ekonomi.

Spesifikasi dan Fungsi Kursi Roda

Kursi roda yang disalurkan dirancang khusus untuk anak penderita cerebral palsy. Alat bantu ini berbahan aluminium ringan namun kokoh, dilengkapi dengan sistem pengaman, sandaran empuk, serta fitur penyesuaian tinggi dan posisi duduk.

Desain tersebut memungkinkan kursi roda digunakan dalam jangka waktu panjang seiring pertumbuhan anak. Selain itu, kursi roda juga dilengkapi tas penyimpanan yang memudahkan orang tua membawa perlengkapan anak saat beraktivitas di luar rumah.

Tenaga medis Yakri Poliklinik menjelaskan bahwa pemilihan alat bantu yang sesuai sangat berpengaruh terhadap kenyamanan, postur tubuh, dan kesehatan jangka panjang anak.

Edukasi dan Pendampingan Keluarga

Selain penyerahan kursi roda, Yakri Poliklinik juga memberikan edukasi kepada keluarga penerima manfaat. Edukasi tersebut meliputi cara penggunaan dan perawatan kursi roda, serta panduan dasar perawatan kesehatan dan stimulasi tumbuh kembang anak penderita cerebral palsy.

“Kami tidak hanya memberikan alat, tetapi juga pengetahuan. Orang tua perlu memahami cara merawat anak dan alat bantu agar manfaatnya maksimal,” ujar salah satu tenaga medis.

Dampak Sosial bagi Masyarakat

Program bantuan alat bantu ini dinilai memberi dampak sosial yang signifikan, terutama dalam meningkatkan kepercayaan diri anak dan meringankan beban keluarga. Dengan mobilitas yang lebih baik, anak-anak dapat lebih aktif mengikuti kegiatan pendidikan dan sosial.

Relawan yayasan menilai bahwa bantuan semacam ini juga berperan dalam membangun kesadaran masyarakat tentang pentingnya inklusivitas dan kepedulian terhadap penyandang disabilitas.

Anak-anak ini bukan untuk dikasihani, tetapi didukung agar bisa berkembang sesuai kemampuannya,” kata salah satu relawan.

Rencana Program Berkelanjutan

H. Zainuddin, Mars menegaskan bahwa program bantuan alat kesehatan ini akan menjadi agenda rutin setiap enam bulan sekali. Ke depan, Yakri Poliklinik bersama Yayasan Afsus Salam Anna berencana memperluas jenis bantuan, seperti alat bantu dengar dan kacamata bagi anak-anak yang membutuhkan.

“Setiap alat bantu adalah pintu baru bagi anak-anak untuk mengenal dunia. Kami ingin program ini terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak penerima,” ujarnya.

Penutup

Kegiatan ditutup dengan penyerahan simbolis kursi roda dan sesi foto bersama di halaman Yakri Poliklinik. Bagi keluarga penerima, bantuan ini menjadi awal perubahan kecil yang membawa harapan besar.

Melalui kolaborasi antara fasilitas kesehatan dan lembaga sosial, upaya membangun layanan kesehatan yang inklusif dan berkeadilan di tingkat lokal diharapkan dapat terus tumbuh dan memberi dampak nyata bagi masyarakat.

Di halaman kecil Yakri Poliklinik, roda-roda itu mulai berputar pelan, membawa harapan yang sebelumnya tertahan oleh keterbatasan. Bukan sekadar kursi roda yang berpindah tangan, tetapi keyakinan bahwa kepedulian mampu membuat hidup bergerak lebih ringan dan bermakna. Pada akhirnya, ketika cinta diwujudkan dalam tindakan nyata, setiap langkah—sekecil apa pun—menjadi perjalanan menuju masa depan yang lebih manusiawi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 Komentar

  1. Avatar of Indrawan
    Indrawan

    Semangat terus

    Balas
Sudah ditampilkan semua