Soeharto dan Wajah Baru Nasionalisme Indonesia: Kontroversi, Luka, dan Harapan di Ujung Reformasi
Suara yang Setuju: Menimbang Jasa dan Stabilitas
Bagi pendukungnya, Soeharto bukan sekadar presiden kedua Indonesia.
Ia adalah simbol pembangunan dan stabilitas, sosok yang membawa bangsa ini keluar dari kegelapan politik menuju arah yang lebih teratur.
Bapak Pembangunan dan Stabilitas Nasional
Selama tiga dekade pemerintahannya, Soeharto dianggap berhasil menjaga stabilitas politik dan ekonomi. Program swasembada pangan, peningkatan infrastruktur, dan penurunan angka kemiskinan menjadi bukti nyata dari kebijakan pembangunan nasional.
Keamanan dan Ketertiban
Bagi banyak warga, masa Orde Baru diingat sebagai masa aman dan tertib, ketika harga-harga stabil dan pembangunan terasa di seluruh penjuru negeri.
Bagi kelompok ini, kepemimpinan Soeharto menghadirkan ketenangan setelah era penuh gejolak pada masa Demokrasi Terpimpin.
Alasan Pengusulan Gelar
Pihak yang mendukung menilai bahwa jasa besar Soeharto tidak seharusnya dihapus hanya karena kesalahan di akhir masa kekuasaan.
Mereka percaya bahwa pengangkatan gelar pahlawan nasional adalah bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membangun bangsa, bukan pengampunan atas dosa politiknya.
“Setiap masa punya pemimpinnya, dan setiap pemimpin punya jejak yang layak dipelajari.”
Lanjut ke: Suara yang Menolak — Luka yang Belum Sembuh

