Pendidikan, Senjata, dan Korupsi: Paradoks Amanat Konstitusi
Korupsi dan Masa Depan Bangsa
Korupsi bukan sekadar pencurian uang, ia adalah pencurian masa depan.
Ketika dana triliunan rupiah hilang, bukan hanya angka yang lenyap, tetapi juga ruang kelas, buku, dan beasiswa.
Seperti ditulis CNN Indonesia dalam laporan sidang Mahkamah Konstitusi Juli 2025, Komisi Pemberantasan Korupsi menegaskan bahwa kerugian negara akibat korupsi meningkat signifikan setiap tahun, bukan hanya keuangan negara tetapi juga perekonomian nasional.
Aktivis antikorupsi dari Indonesia Corruption Watch menyebut korupsi sebagai “pencuri masa depan anak-anak,” karena dana yang seharusnya membiayai pendidikan justru mengalir ke kantong pribadi.
Kasus Besar dan Angka Fantastis
Timah Bangka Belitung
Kejaksaan Agung dalam konferensi pers yang dilaporkan BeritaSatu dan Tempo menyebut kasus korupsi tata niaga timah periode 2015–2022 merugikan negara lebih dari Rp271 triliun.
Media internasional seperti Reuters menyoroti kasus ini sebagai salah satu skandal terbesar di Asia, menegaskan bahwa angka kerugian setara dengan anggaran pendidikan nasional selama setahun.
Pertamina Patra Niaga
Kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang, sebagaimana dilaporkan Kompas pada September 2025, menimbulkan kerugian negara Rp193,7 triliun.
Pengamat energi Fabby Tumiwa menegaskan bahwa kebocoran di sektor migas bukan hanya merugikan keuangan negara, tetapi juga mengganggu ketahanan energi nasional.
Asabri dan Jiwasraya
Kasus investasi fiktif di Asabri merugikan negara Rp22,7 triliun, sementara Jiwasraya Rp16,8 triliun, menurut laporan resmi Kejaksaan Agung yang dikutip Detik.
Aktivis pensiunan TNI/Polri menyebut kasus ini sebagai pengkhianatan terhadap prajurit yang telah mengabdi, karena dana pensiun mereka hilang.
BLBI dan E-KTP
Skandal BLBI sejak 1998 masih menyisakan kerugian Rp138 triliun, sebagaimana dicatat Kompas.
Kasus E-KTP merugikan negara Rp2,3 triliun, dengan pengadilan menyebut proyek itu sebagai simbol korupsi sistemik.
Dampak Korupsi terhadap Pendidikan
Dana Hilang, Anak Putus Sekolah
Ketika Rp1.000 triliun hilang karena korupsi, sebagaimana dihitung oleh pengamat ekonomi Faisal Basri dalam wawancara dengan CNN Indonesia, dana itu sebenarnya cukup untuk membiayai pendidikan gratis hingga perguruan tinggi bagi seluruh anak Indonesia.
Namun, kenyataan di lapangan masih menunjukkan anak-anak berhenti sekolah karena biaya, sebagaimana dilaporkan Kompas tentang 4 juta anak yang tidak bersekolah.
Korupsi bukan hanya mencuri uang, tetapi mencuri hak anak untuk belajar.
Korupsi bukan hanya merusak anggaran, tetapi merusak mimpi bangsa.
Seperti ditulis The Guardian, negara yang membiarkan korupsi merajalela sedang menghancurkan fondasi peradaban.
Suara Pakar dan Aktivis
Pakar Ekonomi
Faisal Basri menegaskan bahwa kerugian negara akibat korupsi setara dengan hilangnya kesempatan membangun jutaan ruang kelas.
Ekonom dari Universitas Indonesia menyebut bahwa dana yang hilang bisa membiayai beasiswa bagi seluruh mahasiswa Indonesia.
Aktivis Antikorupsi
ICW menyebut korupsi sebagai “pencuri masa depan,” karena dana pendidikan, kesehatan, dan sosial hilang setiap tahun.
Aktivis Transparency International menegaskan bahwa Indonesia masih berada di peringkat rendah dalam indeks persepsi korupsi, sebagaimana dilaporkan BBC.
Media Nasional dan Internasional
Tempo menulis bahwa kasus timah adalah skandal terbesar sepanjang sejarah Indonesia.
Reuters menyoroti bahwa angka Rp271 triliun setara dengan anggaran pendidikan nasional.
The Guardian menekankan bahwa korupsi menghancurkan kepercayaan publik dan merusak legitimasi negara.
Refleksi Halaman Ketiga
Korupsi adalah pencuri masa depan.
Dana triliunan rupiah hilang, padahal itu bisa menjadi sekolah, rumah sakit, dan beasiswa.
Bangsa yang membiarkan korupsi merajalela sedang membiarkan anak-anaknya kehilangan hak untuk bermimpi.
Bangsa yang berani melawan korupsi sedang membangun benteng sejati untuk masa depan.
Korupsi mencuri masa depan, pendidikan mengembalikan harapan.
➡️ Halaman berikutnya: Penutup dan Jalan Harapan
Tinggalkan Balasan
3 Komentar
-
-
Revitalisasi SDN 01 Sukaraya: Anggaran Transparan dan Harapan Pendidikan Anak Bekasi – JINGGA NEWS || www.jingganews.comSiap, mari kita kawal terus
-
jingganews.comSiyaaaap
-

