PAW DPR Bukan Lagi Hak Partai? Inilah Gugatan Mahasiswa yang Bikin Heboh Senayan
Simbolik Kedaulatan Rakyat dan Narasi Healing Demokrasi
Di balik pasal dan prosedur, gugatan lima mahasiswa memunculkan simbol yang lembut sekaligus tegas: rakyat adalah pemilik sah kedaulatan.
Selanjutnya, Hikmahanto Juwana menegaskan bahwa kotak suara hanyalah awal dari pengawasan yang berkelanjutan.
Kotak suara bukan titik akhir
Suara rakyat yang berlanjut
Gugatan menegaskan kontrol rakyat setelah pemilu: mandat bukan cek kosong, melainkan janji yang dapat ditanya kembali.
Narasi ini mengubah pemilu dari pesta lima tahunan menjadi perjalanan panjang menjaga integritas perwakilan.
Narasi healing demokrasi
Aktivis bicara dan harapan publik
Almas Sjafrina mengatakan bahwa gugatan adalah panggilan agar rakyat tak lagi diam ketika PAW ditetapkan tanpa transparansi.
Refly Harun menambahkan bahwa membuka hak usul PAW oleh konstituen akan menyeimbangkan kuasa partai dan rakyat.
Simbol generasi baru
Gerakan berbasis argumentasi
Para mahasiswa memilih bahasa hukum dan data, bukan slogan kosong.
Tempo.co menyoroti bahwa meski jalan panjang, langkah ini menyalakan kepercayaan publik untuk merawat demokrasi sebagai ruang aman bersama.
Demokrasi adalah taman yang kita rawat bersama. Di antara debu dan panas, bunga partisipasi tetap mekar ketika rakyat percaya suaranya didengar.
Lanjut baca Titik Balik Sistem Politik Indonesia di halaman berikutnya.

