Jingga News, (06/11/2035) — Partai Gelora Bekasi memperkuat fondasi politiknya menjelang Pemilu 2029 Bekasi lewat program kaderisasi, pendekatan masyarakat, dan strategi kolaboratif.
Politik lokal Bekasi kini menyaksikan gelombang baru yang menekankan kerja nyata, pendidikan politik, dan keterlibatan generasi muda dalam agenda publik.
Konsolidasi Gelombang di Kota Patriot
Soliditas Kader di Akar Rumput
Partai Gelombang Rakyat Indonesia (Gelora) Kota Bekasi menegaskan arah perjuangan politiknya dalam perayaan HUT ke-6 pada 5 November 2025.
DPD Gelora Kota Bekasi menempatkan kaderisasi sebagai program prioritas: memperkuat struktur hingga tingkat kelurahan dan desa, menyelenggarakan pelatihan, serta membangun forum-forum diskusi kebangsaan yang rutin.
“Kami ingin Gelora tidak sekadar hadir di baliho, tapi benar-benar hadir di hati masyarakat Bekasi.” — Muhamad Kurniawan, Ketua DPD Gelora Kota Bekasi.
Politik Tanpa Polarisasi
Bekasi, sebagai kota industri dan urban yang kompleks, sangat membutuhkan pendekatan yang merajut banyak kepentingan.
Gelora mencoba menempuh jalur kolaboratif: berdialog dengan ormas, pemangku kepentingan lokal, dan lintas partai untuk menurunkan suhu politik dan memajukan kebijakan publik yang inklusif.
Ketua RW 07 Kelurahan Jatibening, Kota Bekasi, H. Madyarajat, menilai langkah Partai Gelora memberi warna baru dalam politik akar rumput.
“Mereka datang bukan membawa janji, tapi kegiatan.
Dari pelatihan wirausaha sampai kerja bakti, warga merasa dilibatkan.
Politik yang begini yang kami rindukan,” ujarnya dengan nada teduh di sela obrolan sore di pos ronda.
Membangun Identitas Politik Baru
Program pemberdayaan masyarakat — dari pelatihan wirausaha muda hingga edukasi lingkungan—menjadi alat Gelora untuk membangun reputasi berbasis kerja nyata.
Pendekatan ini dimaksudkan untuk menggeser budaya politik transaksional ke arah politik gagasan dan pelayanan publik.

